Ciptakan Lampu Jalan Pintar Berbasis AI, Dosen Unesa Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia

ADVERTISEMENT

Ciptakan Lampu Jalan Pintar Berbasis AI, Dosen Unesa Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia

Kalila Untsa - detikEdu
Rabu, 28 Okt 2026 08:01 WIB
Dosen Program Studi (Prodi) D-4 Teknik Listrik Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Widi Aribowo, berhasil menembus daftar Worlds Top 2% Scientists 2026.
Foto: UNESA/Dosen Program Studi (Prodi) D-4 Teknik Listrik Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Widi Aribowo, berhasil menembus daftar World's Top 2% Scientists 2026.
Jakarta -

Dosen Program Studi D4 Teknik Listrik Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Widi Aribowo, menciptakan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berbasis AI dan Internet of Things (IoT). Ia juga mengembangkan algoritma AI menggunakan perilaku biologis fauna Indonesia.

Dua penelitian inovatif tersebut berkontribusi terhadap pencapaian sang dosen di kancah internasional. Nama Widi Aribowo kini termasuk dalam daftar top 2% ilmuwan dunia yang dirilis oleh Elsevier dan Stanford University.

Lampu Jalan yang Pintar dan Optimasi AI Fauna Indonesia

Widi, yang juga Kepala Seksi Smart Energi Unesa, memanfaatkan teknologi computer vision YOLO (You Only Look Once) dan platform Node-RED untuk merancang lampu PJU Pintar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu, sistem lampu ini mampu mendeteksi serta mengklasifikasi pejalan kaki secara real-time hingga jarak 15 meter pada malam hari, berbeda dengan sensor gerak yang lebih banyak digunakan. Lampu jalan ini mengadopsi mekanisme adaptive lighting yang membuatnya menyala saat mendeteksi pengguna jalan dan redup saat tidak ada aktivitas yang terdeteksi.

"Pengujian menunjukkan konsep adaptive lighting ini mampu memangkas pemborosan energi listrik PJU sebesar 25 hingga 50 persen," jelas Widi, dikutip dari Unesa, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

Sang dosen mengungkapkan telah merancang pengembangan PJU Pintar supaya bisa terhubung dengan dasbor pemantauan berbasis web dan dapat mendukung pengelolaan infrastruktur Smart City hingga memperkuat implementasi Smart Green Campus di Unesa.

Selain lampu PJU Pintar, Widi juga menciptakan dua metode optimasi AI yang inovatif dan telah terbit di jurnal internasional bereputasi Q1 dan Q2.

Sesuai namanya, Jalak Bali Optimization Algorithm dan Cendrawasih Bird Optimization Algorithm, dua algoritma ini mengadaptasi perilaku biologis fauna khas Indonesia ke dalam pemodelan komputasi untuk menyelesaikan persoalan teknis rumit. Salah satu contohnya adalah penyeimbangan frekuensi jaringan atau stabilitas sistem tenaga listrik.

Top 2% Ilmuwan di Dunia

Diinisiasi oleh penerbit Elsevier dan Stanford University, pengakuan internasional ini merupakan bentuk apresiasi atas rekam jejak penelitian para ilmuwan. Daftar ini mengukur jumlah sitasi yang dimiliki suatu publikasi.

Ilmuwan dari Indonesia sendiri telah tergabung dalam daftar ini sejak 2020. Pada periode 2026, jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar top 2% ilmuwan dunia dari Indonesia meningkat hingga 30,1 persen. Pada tahun sebelumnya, terdapat 209 ilmuwan dari Indonesia yang berada dalam daftar ini.

Di beberapa universitas lain, terdapat lebih dari lima dosen yang disebut sebagai top 2% ilmuwan dunia. Misalnya, di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 19 dosen.

Meski begitu, Widi Aribowo merupakan satu-satunya dosen dari Unesa yang termasuk dalam daftar ini.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads