×
Ad

Infografis: Waspada! Ini Tanda Kelembapan Mengintai Rumah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 08 Agu 2026 13:15 WIB
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Kelembapan adalah musuh besar bagi rumah karena daya rusaknya yang cukup besar. Selain merusak tampilan dan struktur, kelembapan yang dibiarkan bersarang juga bisa mengancam kesehatan penghuni rumah.

Kenapa kelembapan sangat tidak diharapkan di rumah? Alasannya jika rumah terlalu lembap akan muncul jamur yang akan meninggalkan noda dan sumber penyakit.

Salah satu contoh paling mudah untuk menggambarkan bahayanya kelembapan bisa dengan menengok kamar mandi. Ruangan ini terkenal mudah lembap karena sering basah dan beberapa kamar mandi ada yang tak dilengkapi dengan ventilasi.

Kamar mandi yang lembap dan muncul jamur berwarna hitam, coklat, hijau, atau putih akan menyebabkan perubahan warna pada keramik dan natnya, tercium bau tak sedap, dan lantai jadi lebih licin.

Di luar ruangan, jamur juga bisa muncul, seperti di plafon yang terus menerus terkena air dari kebocoran atap. Awalnya kita hanya melihat bercak basah bekas air, tapi lama kelamaan area tersebut berubah kecoklatan karena sudah ada invasi dari spora jamur.

Dilansir dari The Spruce, jenis jamur yang paling umum ditemukan di rumah adalah alergenik, patogenik, dan toksik.

• Jamur penyebab alergi mungkin memerlukan penanganan profesional, tetapi sebagian besar jamur penyebab alergi dapat dihilangkan dengan produk disinfektan rumah tangga.

• Jamur patogen dapat dikendalikan dengan disinfektan, tetapi koloni yang besar memerlukan penyingkiran oleh tenaga profesional.

• Jamur beracun adalah yang paling berbahaya dan memerlukan bantuan profesional untuk membasmi jamur dan membuang semua material yang terkontaminasi

Tanda-tanda Rumah Lembap

Sebelum jamur benar-benar muncul, sebenarnya kita bisa mengetahui tanda-tanda bahwa rumah lembap? Berikut di antaranya.

1. Ditemukan Kondensasi Air

Jika Anda melihat tetesan air di dinding, jendela, ambang jendela, atau di sekitar kulkas, freezer, atau kumparan AC, itu satu dari sekian tanda area tersebut lembap.

Kondensasi terjadi karena permukaan tersebut biasanya lebih dingin daripada udara atau permukaan lain di dalam rumah. Kondensasi juga bisa dikarenakan pemakaian AC ditambah tidak adanya ventilasi di dalam ruangan. Solusinya harus memiliki ventilasi atau ruangan dibuka lebih lama setelah AC dimatikan.

2. Dinding, Pelapis Furnitur, Lantai, atau Lemari yang Lembap

Jika permukaan dinding, lantai, furnitur, lemari terasa agak basah dan dingin yang janggal berarti tingkat kelembapan di rumah terlalu tinggi. Tingkat kelembapan yang tinggi akan mendorong pertumbuhan jamur di tempat-tempat tersebut.

Untuk membantu mengurangi kelembapan, coba pakai dehumidifier lebih sering. Perbaiki juga barang yang telah ditumbuhi jamur.

3. Perubahan Warna atau Noda yang Terlihat

Jika detikers melihat bintik-bintik abu-abu, hitam, hijau, atau kebiruan di sepanjang garis nat, di dinding, atau permukaan lainnya, kemungkinan besar itu adalah jamur. Perhatikan juga garis-garis merah muda, merah, atau cokelat.

Tekstur jamur bisa berupa bubuk, berbulu, atau berlendir. Noda bekas air gelap di dinding, lantai, atau langit-langit biasanya menunjukkan adanya jamur.

Jika sudah muncul perubahan warna ini mau tak mau harus segera dilakukan perbaikan karena spora yang berjatuhan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Itulah penjelasan mengenai tanda rumah lembap, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB