Sering Bersin dan Sulit Tidur? Bisa Jadi Rumah Kamu Tidak Sehat

Sering Bersin dan Sulit Tidur? Bisa Jadi Rumah Kamu Tidak Sehat

Wildan Alghofari - detikProperti
Rabu, 28 Jan 2026 14:45 WIB
Sering Bersin dan Sulit Tidur? Bisa Jadi Rumah Kamu Tidak Sehat
Dinding Berjamur. Foto: Getty Images/iStockphoto/wabeno
Jakarta -

Banyak orang fokus menjaga kesehatan tubuh melalui makanan bergizi, vitamin, dan pemeriksaan rutin. Namun, seringkali satu hal penting terlewat dari perhatian, yaitu kondisi rumah tempat kita tinggal dan beristirahat setiap hari. Padahal, kualitas hunian sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Rumah yang tidak sehat kerap memiliki tanda-tanda yang dianggap sepele dan sudah dianggap biasa. Padahal, jika dibiarkan kondisi tersebut bisa memperburuk masalah kesehatan seperti asma, alergi, hingga gangguan tidur.

Ciri-ciri Rumah yang Tidak Sehat, Ini Tandanya

Rumah yang baik seharusnya memiliki sirkulasi udara yang lancar, suhu yang nyaman, dan kelembapan yang terkontrol. Jika tidak, beberapa tanda berikut biasanya akan muncul. Dilansir dari situs HRV.co dan Smart Living Spaces, berikut ciri-ciri rumah yang perlu diwaspadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ruangan Terasa Pengap

Rumah yang sehat seharusnya terasa segar saat dimasuki. Jika ruangan terasa pengap, bau lembap, atau udara seperti tidak bergerak, ini bisa jadi tanda bahwa rumah mempunyai sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya jamur di sudut ruangan atau perabot. Udara pengap dapat memperburuk kondisi pernapasan dan membuat penghuni cepat lelah.

Membuka jendela secara rutin, terutama pada pagi hari, dapat membantu sirkulasi udara di dalam rumah. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, kelembapan dapat berkurang dan kualitas udara di dalam rumah menjadi lebih sehat.

ADVERTISEMENT

Namun, jika ruangan sudah terasa pengap dan rumah terlanjur tidak mempunyai ventilasi yang cukup, solusinya adalah menggunakan ventilasi tambahan atau alat bantu sirkulasi udara, seperti exhaust fan atau kipas angin.

2. Suhu Ruangan Terlalu Panas atau Terlalu Dingin

Suhu rumah yang tidak stabil bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan. Rumah yang terlalu dingin di malam hari atau terlalu panas di siang hari bisa membuat tubuh sulit beradaptasi.

Rumah yang panas berlebihan pada siang hari sering disebabkan ventilasi dan pelindung panas yang kurang baik. Sementara suhu terlalu dingin biasanya terjadi di ruangan lembap tanpa sirkulasi udara memadai.

Penggunaan tirai, kanopi, atau pelindung atap juga dapat membantu mengurangi panas berlebih akibat paparan sinar matahari langsung. Sementara untuk ruangan yang terlalu dingin dan lembap, perbaiki sirkulasi udara, kurangi kelembapan, serta pastikan cahaya matahari dapat masuk agar suhu ruangan lebih seimbang dan nyaman.

3. Muncul Jamur dan Lumut

Jamur adalah tanda paling jelas dari rumah yang tidak sehat. Keberadaannya menunjukkan adanya masalah kelembapan yang berlebihan.
Jamur dan lumut dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia. Jika jamur terus muncul meski sudah dibersihkan, berarti sumber masalahnya belum teratasi.

Jamur tidak cukup hanya dibersihkan dari permukaannya saja, tetapi sumber kelembapan harus diatasi. Perbaiki area yang sering bocor, seperti atap, dinding retak, atau saluran air, serta pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Dengan melakukan cara itu, rumah akan tetap terjaga tingkat kelembapannya, serta dapat membantu mencegah jamur muncul kembali.

4. Kelembapan Tinggi dan Kondensasi

Jika kaca jendela sering berembun, terutama di pagi hari, ini menandakan kelembapan udara di dalam rumah terlalu tinggi.
Kondisi lembap bisa menyebabkan cat mengelupas, furnitur cepat rusak, dan jamur mudah tumbuh. Ventilasi yang buruk sering menjadi penyebab utama masalah ini.

Solusinya, tingkatkan sirkulasi udara dengan rutin membuka jendela dan pintu, terutama pada pagi hari. Pastikan juga rumah memiliki ventilasi yang memadai di area lembap seperti dapur dan kamar mandi. Jika diperlukan, gunakan exhaust fan atau alat pengurang kelembapan agar udara di dalam rumah tetap kering dan sehat.

5. Banyak Debu dan Tungau

Debu halus dan tungau sering tidak terlihat, tetapi dampaknya bisa langsung dirasakan. Bersin-bersin, hidung tersumbat, dan mata sering gatal bisa menjadi tanda adanya tungau di rumah. Lingkungan lembap dan jarang terkena sirkulasi udara segar menjadi tempat ideal bagi tungau untuk berkembang.

Untuk mengatasi hal itu, jaga kebersihan rumah secara rutin dengan menyapu dan mengepel lantai. Bersihkan juga perabot yang mudah menampung debu seperti karpet, sofa, dan gorden. Usahakan rumah tetap kering dengan sirkulasi udara yang baik agar tungau tidak mudah berkembang. Selain itu, jemur kasur dan bantal secara berkala untuk mengurangi keberadaan tungau di dalam rumah.

6. Alergen Mudah Masuk ke Dalam Rumah

Serbuk sari, polusi, dan alergen lain dapat masuk dan terperangkap di dalam rumah. Apalagi jika di rumah mempunyai hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Bulu hewan bisa rontok dan menyebar di sekitar rumah. Hal itu tentu bisa berpotensi menjadi alergen dan membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Bagi penghuni yang memiliki alergi, kondisi ini bisa memperburuk gejala dan membuat rumah terasa tidak nyaman untuk ditinggali dalam jangka panjang. Untuk mengatasi hal itu, bersihkan rumah secara rutin untuk mencegah penumpukan bulu hewan dan alergen di dalam ruangan.

Mandikan hewan peliharaan secara teratur dan batasi area tertentu di rumah seperti kamar tidur, agar tetap bebas dari bulu. Selain itu, pastikan sirkulasi udara berjalan baik dan gunakan air purifier atau penyaring udara jika diperlukan untuk membantu mengurangi alergen di dalam rumah.

7. Permukaan Rumah Terasa Dingin atau Panas Tidak Merata

Lantai yang terasa jauh lebih dingin di sudut tertentu atau ruangan yang panasnya tidak merata, menunjukkan adanya masalah pada perlindungan termal rumah. Ketidakseimbangan suhu ini membuat tubuh sulit merasa nyaman dan bisa mempengaruhi kualitas istirahat.

Periksa kembali kondisi bangunan, terutama pada lantai, dinding, dan bukaan seperti pintu dan jendela yang memungkinkan panas atau dingin masuk secara berlebihan. Penggunaan alas lantai, tirai, serta perbaikan celah pada pintu dan jendela dapat membantu menstabilkan suhu ruangan. Dengan perlindungan termal yang lebih baik, suhu rumah akan terasa lebih nyaman untuk beraktivitas maupun beristirahat.

Mengenali ciri-ciri rumah yang tidak sehat merupakan langkah awal untuk menciptakan hunian yang lebih nyaman, aman, dan mendukung kesehatan keluarga. Dengan perbaikan ventilasi, pengendalian kelembapan, dan desain rumah yang tepat, kualitas hidup di dalam rumah dapat lebih aman dan nyaman.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads