Omongan anak-anak yang 'imajinatif' jangan selalu dianggap sepele. Apalagi soal kondisi rumah, siapa tahu benar ada masalah pada bangunan rumah.
Dilansir dari New Atlas, Saylor Class, seorang anak di Charlotte, North Carolina, mengadu ke orang tuanya kalau ada monster di balik tembok kamar tidurnya. Saylor kala itu baru menonton film animasi tentang monster, tak heran kalau orang tuanya menganggap dirinya hanya berimajinasi.
Aduan Saylor semakin gencar selama beberapa bulan berlalu. Ibu Saylor, Massis Class, akhirnya mulai menanggapi keluhan sang anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa sangka, ternyata benar ada sesuatu tersembunyi di rumah itu. Massis menyadari ada lebah berterbangan dekat loteng dan cerobong asap rumah tua mereka. Ia mengira Saylor selama ini mendengar dengung lebah melalui plafon rumah.
Akan tetapi keadaannya lebih buruk dari itu. Lebah madu bergerak dari loteng ke tembok kamar Saylor. Ketika lokasi itu disorot pakai kamera termal untuk memindai dinding, sebagian ruangan 'menyala seperti pohon Natal' alias banyak banget lebahnya.
Lebah di rumah itu tidak hanya segelintir saja, melainkan berupa koloni raksasa. Sarang lebah itu membentang dari lubang kecil seukuran koin di loteng hingga menembus jauh ke dalam dinding rumah.
Keluarga Class pun menghubungi pengendali hama. Ahli tersebut mengatakan lebah madu merupakan spesies yang dilindungi sehingga tak boleh dibasmi menurut hukum AS.
Mereka akhirnya meminta bantuan peternak lebah untuk memindahkan lebah beserta sarangnya. Serangga itu pun dipindahkan dengan cara disedot ke dalam kotak khusus.
Banyak lebah langsung berhamburan ke ruangan dari dinding saat disedot. Keluarga Class sampai harus menutupi sebagian besar rumah dengan plastik agar lebah tidak bisa bersembunyi.
Pada akhir proses itu, diperkirakan ada 55.000 hingga 65.000 lebah berhasil dipindahkan ke suaka lebah. Sarang lebah yang bobotnya 45 kg juga dipindahkan.
Di sisi lain, Massis Class mengatakan kepada wartawan setempat bahwa lebah dan madunya merusak instalasi listrik rumah. Total biaya perbaikan diperkirakan lebih dari US$ 20.000 atau sekitar Rp 356 juta (kurs Rp 17.798).
(dhw/das)
