Penyebab paling umum plafon rusak dan harus diganti adalah karena atap bocor. Kerusakan pada atap ini menyebabkan munculnya jamur yang berbahaya bagi kesehatan.
Tanda plafon berjamur adalah munculnya bercak berwarna coklat hingga kehitaman. Warna ini bukan bekas air yang mengering, tetapi sudah menjadi area pertumbuhan jamur yang sering disebut black mold.
Dilansir dari Medical News Today, sebutan black mold tidak merujuk pada jenis jamur yang tumbuh, melainkan dari penampakan bercaknya. Sebab, umumnya jenis jamur yang tumbuh di plafon bernama Stachybotrys chartarum atau biasa dikenal juga dengan Stachybotrys atra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembentukan black mold ini sangat mudah di tempat yang lembap. Kemudian, terkontaminasi dengan spora jamur yang biasanya terbawa di udara. Lama kelamaan terbentuk black mold di plafon.
Apabila plafon sudah 'terjangkit' noda hitam ini, satu-satunya cara paling aman untuk mencegah terkena penyakit pernapasan dan plafon ambruk adalah dengan renovasi.
Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan plafon dengan black mold adalah sumber kecelakaan di rumah.
"Alasan utama ganti plafon jika dilihat dari segi keamanan sudah pasti karena plafonnya sudah rusak parah, sehingga bisa menjadi sumber kecelakaan," ujar Wildan saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.
Untuk mengganti plafon, pemilik rumah perlu menyiapkan sejumlah dana. Berikut ini estimasi biaya untuk renovasi plafon rumah.
Estimasi Biaya Ganti Plafon Rusak
Ketika mengganti plafon, ada biaya pembongkaran dan pemasangan yang baru. Dalam simulasi ini penghitungannya berfokus pada biaya pekerjaan, tidak termasuk pada biaya material yang dipakai.
Untuk lebih jelasnya, anggap plafon yang perlu diganti berukuran 3 x 4 meter atau 12 meter persegi.
Langkah pertama hitung biaya bongkar plafon, yakni sekitar Rp 45.000 per meter persegi. Lalu, puing plafon dibuang dengan biaya Rp 400-500 ribu per rit atau sekali perjalanan. Anggap saja biaya buang plafon Rp 400 ribu.
Setelah itu, masuk pada proses pemasangan. Harga borongan untuk pasang plafon gypsum mulai dari Rp 40-100 ribu per meter persegi tergantung pada luas area yang dikerjakan. Kita ambil biaya pemasangan plafon borongan Rp 60.000 per meter persegi dengan asumsi bentuk plafon rata, tidak melengkung.
Mari hitung biayanya:
Biaya Pembongkaran: 12 x Rp 45.000 = Rp 540.000
Biaya Buang Puing: Rp 400.000
Biaya Pasang Plafon: 12 x Rp 60.000 = Rp 720.000
Total Biaya: Rp 540.000 + Rp 400.000 + Rp 720.000 = Rp 1.660.000
Hasilnya, biaya ganti plafon gypsum seluas 3x4 meter sekitar Rp 1,6 jutaan. Sebagai catatan, biaya tersebut hanya perkiraan dan berlaku untuk wilayah Jabodetabek. Selain itu, biayanya belum termasuk bahan bangunan. Biaya bangunan akan disesuaikan dengan jenis material yang diganti dan bagian apa saja yang akan diganti.
(aqi/abr)











































