×
Ad

Konsumen LRT City Bertemu Dasco, Minta Bantuan Proyek Apartemen Dikebut

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 09 Okt 2026 12:25 WIB
Salah satu konsumen LRT City bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian. Foto: Dok Paguyuban Korban LRT City
Jakarta -

Paguyuban Korban LRT City kembali menemui Komisi VI DPR RI untuk membahas perihal permasalahan proyek Apartemen LRT City. Dalam audiensi tersebut mereka menyampaikan hak-hak konsumen LRT City yang harus diprioritaskan oleh pengembang.

Dalam pertemuan yang digelar pada Kamis (8/10/2026) tersebut, Paguyuban Korban LRT City bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian, perwakilan Danantara, serta Direktur Utama Adhi Karya dan Adhi Commuter Properti (ADCP) selaku pengembang Apartemen LRT City.

Konsumen menyampaikan 3 pokok kesepakatan yang diharapkan dipenuhi oleh pengembang. Berikut isi pokok kesepakatan tersebut.

1. Penyelesaian empat proyek prioritas dan keterbukaan progres pembangunan. Danantara bersama Adhi Karya dan ADCP akan menyelesaikan Adhi City Sentul I pada Juli 2027, LRT City Ciracas dan LRT City Tebet pada Desember 2027, serta LRT City Cibubur pada September 2028. Progres pembangunan akan disampaikan secara berkala setiap bulan.

2. Penyediaan unit pengganti. Danantara bersama Adhi Karya dan ADCP akan menyiapkan unit pengganti bagi konsumen di luar empat proyek tersebut.

3. Pembentukan posko bersama dan penyelesaian permasalahan konsumen. Komisi VI DPR RI, Danantara, Adhi Karya, ADCP, dan Paguyuban Korban LRT City bersepakat membentuk Posko Bersama Penyelesaian Permasalahan Para Korban paling lambat 16 Oktober 2026. Seluruh permasalahan konsumen ditargetkan selesai pada 14 Februari 2027.

Mereka menekankan bahwa setiap konsumen harus memperoleh kejelasan penyelesaian sesuai kondisi masing-masing. Sementara konsumen yang memilih menunggu pembangunan harus mendapatkan kepastian jadwal dan informasi kemajuan yang transparan.

"Kepercayaan masyarakat harus dipulihkan melalui pemenuhan kewajiban yang nyata. Kesepakatan ini harus mengakhiri penundaan dan memberikan penyelesaian yang dapat dirasakan oleh konsumen," kata Paguyuban Korban LRT City dalam keterangannya, dikutip detikcom pada Jumat (9/10/2026).

Sebelumnya diberitakan, pembangunan proyek Apartemen LRT City dilanjutkan untuk Apartemen LRT City di Tebet, Cibubur, Ciracas, dan Adhi City Sentul (landed house). Paguyuban Korban LRT City juga telah mendata aspirasi konsumen yang meminta uangnya dikembalikan (refund) atau menunggu pembangunannya diselesaikan.

Konsumen yang ikut dalam pendataan ini berasal dari proyek LRT City Ciracas, LRT City Tebet, LRT City Cibubur, Oase Park, Grand Central Bogor, LRT City Bekasi - Green Avenue, Adhi City Sentul Tahap 1 dan Tahap 2, serta Cisauk Point.

Berdasarkan hasil pendataan aspirasi yang berlangsung 19-25 September 2026 melalui Google Form, didapati ada 329 unit yang pembelinya meminta refund. Sementara itu, 29 unit, pembelinya bersedia menunggu hingga unit rampung. Setiap respons dalam pendataan ini mewakili satu unit, bukan per orang. Sebab, ada konsumen yang membeli lebih dari 1 unit.

"Dari 29 respons yang memilih menunggu pembangunan selesai, 28 respons mencantumkan batas kesediaan menunggu dua tahun dan satu respons mencantumkan empat tahun. Terdapat pula satu respons yang memilih menunggu, tetapi menuliskan "refund uang" pada kolom kompensasi. Pilihan akhir untuk unit tersebut perlu dikonfirmasi kepada konsumen yang bersangkutan," tulis keterangan pada laporan hasil pendataan Paguyuban Korban LRT City, dilihat detikcom, Kamis (1/10/2026).

Dari hasil pendataan, didapati sebanyak 222 unit membeli menggunakan skema Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Namun, tidak semuanya melunasi cicilan karena pembangunan tiba-tiba bermasalah sehingga membuat konsumen ragu untuk melanjutkan. Dari 222 unit, hanya 13 yang telah lunas membayar. Sementara, 109 unit masih terus mencicil dan 100 unit sudah setop membayar.

Di samping itu, ada konsumen yang membeli unit dengan membayar cash keras maupun dicicil bertahap langsung kepada pengembang.



Simak Video "Video: Legislator Demokrat soal Kementerian BUMN Bakal Jadi Badan Penyelenggara"

(aqi/abr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork