Babak Baru LRT City Setelah Mati Suri

Babak Baru LRT City Setelah Mati Suri

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 02 Okt 2026 06:15 WIB
Apartemen LRT City Tebet
Apartemen LRT City Tebet. Foto: Ilham Fikriansyah
Jakarta -

Pembangunan proyek Apartemen LRT City kembali dihidupkan setelah mati suri sejak akhir tahun lalu. Pembangunannya kembali ditangani oleh pengembang lama mereka, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha perusahaan BUMN PT Adhi Karya Tbk.

"Untuk itu, pada 1 Oktober 2026, kami telah memulai kembali aktivitas pekerjaan secara bertahap di beberapa proyek tahap awal," kata Manajemen ADCP dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (1/10/2026).

Mereka memastikan proses pekerjaan dijalankan sesuai prosedur kerja dengan pelaporan intensif kepada Danantara, ADHI, serta pihak-pihak terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan oleh Danantara, ADCP siap mendukung penuh pelaksanaan atas komitmen Danantara untuk percepatan penyelesaian proyek-proyek yang dikembangkan ADCP," ujarnya.

Untuk memastikan pembangunannya lancar, Danantara sudah mengambil arsitek baru untuk meningkatkan kualitas bangunan.

ADVERTISEMENT

"Terkait rencana penyempurnaan desain dan keterlibatan arsitek baru, pada prinsipnya hal tersebut merupakan bagian dari upaya agar proyek yang dilanjutkan memiliki kualitas, fungsi, dan nilai komersial yang lebih baik. Detail mengenai proyek maupun bagian bangunan yang akan mengalami penyesuaian masih dalam kajian," jelas Manajemen ADCP.

Apa Kabar Rp 456 Miliar dari Danantara?

Manajemen ADCP belum bisa menjabarkan peruntukkan Rp 456 miliar dari Danantara. Pihak mereka tengah menyiapkan mekanismenya.

"Demikian juga mengenai dukungan pendanaan dan penanganan konsumen," sebutnya.

ADCP Cari Cara buat Refund Konsumen

Terkait permintaan konsumen yang berharap uang mereka dikembalikan, ADCP menerima opsi tersebut. Mereka tengah mencari cara yang paling tepat untuk pengembalian dana.

"Konsumen yang mengajukan refund, saat ini sedang disiapkan mekanisme penyelesaiannya sesuai kondisi masing-masing konsumen dan ketentuan yang berlaku," kata Manajemen ADCP.

Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan proses refund akan tetap berjalan.

"Tergantung, nanti kan kita sudah putuskan dengan mereka, ada beberapa yang memang harus dikembalikan, refund, nanti refund. Yang unit, tentu unit," jelas Dony, Selasa (29/9/2026), dilansir dari detikFinance.

Proses refund ini ada yang melibatkan perbankan karena banyak konsumen yang membayar melalui skema Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Nanti akan dilihat besar kredit yang sudah disetorkan dan komponen bunganya.

"Karena kan refund itu juga harus dilihat oleh teman-teman sekalian, bahwa mereka mencicilkan ke bank. Nanti tentu akan, kalau belum selesai cicilannya tentu akan ada dispute yang kita khawatirkan. Kasihan kan, karena kan itu ada komponen bunganya di situ kan," jelasnya.

Komponen bunga ini masuknya ke pihak bank dan jumlahnya beragam, masing-masing konsumen akan berbeda. Hal ini yang perlu perhitungkan agar pengembalian uang tidak jadi polemik.

"Misalkan kamu sudah cicil ini Rp 100 juta, tapi di Rp 100 juta itu kan ada komponen bunganya di dalamnya kan, yang diambil oleh bank kan. Nah ini nanti kan hitung-hitungnya akan agak berlebih, tapi kita semua kita bereskan," tambah Dony.

Jumlah Konsumen yang Minta Refund

Apartemen LRT City CiracasApartemen LRT City Ciracas Foto: Ilham Fikriansyah

Paguyuban Korban LRT City telah mendata aspirasi konsumen yang meminta uangnya kembali (refund) atau menunggu pembangunannya diselesaikan. Konsumen yang ikut dalam pendataan ini berasal dari proyek LRT City Ciracas, LRT City Tebet, LRT City Cibubur, Oase Park, Grand Central Bogor, LRT City Bekasi - Green Avenue, Adhi City Sentul Tahap 1 dan Tahap 2, serta Cisauk Point.

Berdasarkan hasil pendataan aspirasi yang berlangsung 19-25 September 2026 melalui Google Form, didapati ada 329 unit yang pembelinya meminta refund. Sementara itu, 29 unit, pembelinya bersedia menunggu diselesaikan. Setiap respons dalam pendataan ini mewakili satu unit, bukan per orang. Sebab, ada konsumen yang membeli lebih dari 1 unit.

Dari hasil pendataan, didapati sebanyak 222 unit membeli menggunakan skema Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Namun, tidak semuanya melunasi cicilan karena pembangunan tiba-tiba bermasalah sehingga membuat konsumen ragu untuk melanjutkan. Dari 222 unit, hanya 13 yang telah lunas membayar. Sementara, 109 unit masih terus mencicil dan 100 unit sudah setop membayar.

Lokasi Proyek Apartemen LRT City yang Dilanjutkan

Apartemen LRT City CibuburApartemen LRT City Cibubur Foto: Ilham Fikriansyah

Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk Siswanto mengungkapkan ada 4 proyek yang dilanjutkan pada tahap awal. Mencakup Apartemen LRT City Tebet, Cibubur, Ciracas, dan Adhi City Sentul (perumahan tapak).

"ADCP telah mulai kembali melakukan aktivitas pekerjaan pada beberapa proyek sejak 1 Oktober 2026. ADHI juga mendukung berbagai upaya penyempurnaan proyek, termasuk dari sisi desain, kualitas, fungsi, dan nilai komersial, yang saat ini masih dalam proses kajian," kata Siswanto.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mulai Besok, Ekspor Batu Bara-Sawit Wajib Lapor ke DSI"
[Gambas:Video 20detik] (aqi/aqi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads