PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku induk usaha pengembang Apartemen LRT City mengungkapkan ada 4 proyek yang dilanjutkan pada tahap awal. Mencakup Apartemen LRT City Tebet, Cibubur, Ciracas, dan Adhi City Sentul (rumah tapak).
"ADCP telah mulai kembali melakukan aktivitas pekerjaan pada beberapa proyek sejak 1 Oktober 2026. ADHI juga mendukung berbagai upaya penyempurnaan proyek, termasuk dari sisi desain, kualitas, fungsi, dan nilai komersial, yang saat ini masih dalam proses kajian," kata Siswanto selaku Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (1/10/2026).
ADHI juga akan turut mengawasi dan melakukan koordinasi bersama pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), guna memastikan proses pelaksanaan berjalan terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejalan dengan dimulainya pembangunan, mereka tengah menyiapkan pendanaan dan mekanisme untuk konsumen yang meminta pengembalian dana atau refund.
"Prioritas ADHI bersama ADCP adalah memastikan proyek dapat kembali berjalan, penyelesaiannya dapat dipercepat, serta memberikan kepastian kepada konsumen mengenai proses penyelesaian dan serah terima. Untuk detail teknis maupun kebijakan lebih lanjut, akan disampaikan setelah proses kajian dan pengambilan keputusan bersama dengan pihak-pihak terkait selesai dilakukan," tutupnya.
Berdasarkan hasil pendataan dari Paguyuban Korban LRT City ada sejumlah konsumen di luar 4 proyek tersebut yang mengaku mengalami keterlambatan pembangunan, di antaranya proyek di Apartemen Oase Park, Grand Central Bogor, LRT City Bekasi - Green Avenue, serta Cisauk Point. Melihat dari catatan detikcom, Apartemen Oase Park bahkan belum dibangun sama sekali atau masih berupa lahan kosong. Padahal ADCP menjanjikan pembangunan akan dimulai pada 2022.
Penampakan lokasi yang seharusnya dibangun Apartemen Oase Park di Ciputat Foto: Dok. Konsumen Apartemen Oase Park |
Ada pun kabar proyek Apartemen LRT City akan dilanjutkan pertama kali diumumkan oleh Danantara. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan ini merupakan komitmen mereka kepada konsumen yang telah membeli unit di beberapa proyek Apartemen LRT City.
"Kita sudah punya deadline wajib 1 Oktober itu harus mulai ada progres karena kita sudah berjanji kepada orang lain dan itu berkaitan bukan janji kita pribadi, itu janji Danantara kepada masyarakat yang harus kita deliver (salurkan)," kata Dony dalam keterangannya, seperti dilihat detikcom pada media sosial @bumn_id, Rabu (30/9/2026).
Baca juga: Babak Baru Polemik Apartemen LRT City |
Beberapa langkah yang dilakukan adalah menggaet arsitek baru untuk perombakan fasad, area komersial, dan peningkatan kualitas bangunan. Lalu, mengubah model bisnis. Termasuk menyiapkan mekanisme terkait pendanaan, termasuk perihal pengembalian uang kepada konsumen yang tidak ingin melanjutkan pembelian unit.
Terpisah, pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) juga telah mengonfirmasi bahwa pembangunan proyek telah dimulai kembali hari ini.
"Untuk itu, pada 1 Oktober 2026, kami telah memulai kembali aktivitas pekerjaan secara bertahap di beberapa proyek tahap awal," kata Manajemen ADCP dalam keterangan tertulis kepada detikcom.
Mereka memastikan proses pekerjaan dijalankan sesuai prosedur kerja dengan pelaporan intensif kepada Danantara, ADHI, serta pihak-pihak terkait.
"Menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan oleh Danantara, ADCP siap mendukung penuh pelaksanaan atas komitmen Danantara untuk percepatan penyelesaian proyek-proyek yang dikembangkan ADCP," ujarnya.
(aqi/das)

