Sejumlah proyek apartemen LRT City tak kunjung rampung. Kondisi ini membuat konsumen mengeluhkan unit yang tak kunjung diserahterimakan meski telah menunggu bertahun-tahun. Persoalan tersebut kini mendapat perhatian DPR RI. Pengembang dipanggil untuk audiensi dan Danantara juga mendesak agar masalah segera diselesaikan.
Konsumen yang lelah menanti kepastian proyek akhirnya menyampaikan keluhan kepada DPR RI. Pada Selasa (11/8) sore, sebanyak 16 perwakilan konsumen dari berbagai proyek LRT City menemui Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.
Salah satu konsumen LRT City Cibubur, Indra, mengatakan dalam pertemuan tersebut para konsumen menyampaikan persoalan proyek yang mandek di sejumlah daerah. Mereka mengaku telah membeli unit sejak beberapa tahun lalu, bahkan sebagian di antaranya sudah melunasi pembayaran, tetapi hingga kini belum menerima serah terima unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang sudah beli dari 2018 dengan cara KPA dan (sekarang) tidak ada wujudnya (apartemen). Saya sendiri beli dari 2021 dan sudah lunas 2024 dengan janji serah terima akhir 2025. Dan (sekarang proyek) kondisinya masih tanah kosong," kata Indra kepada detikProperti, Selasa (11/10/2026).
Selain kepastian penyelesaian proyek, konsumen juga berharap pengembang memberikan pengembalian dana secara penuh atau full refund. Permintaan tersebut disampaikan baik oleh konsumen yang membeli unit melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) maupun secara tunai.
"Saya sendiri cash bertahap dan meminta full refund," ucapnya.
DPR Panggil Pengembang LRT City
Menanggapi keluhan para konsumen, Komisi VI DPR RI menjadwalkan audiensi bersama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) hingga BPI Danantara terkait proyek Apartemen LRT City yang mandek. Pertemuan itu akan digelar pekan depan.
"Beliau (Andre Rosiade) berjanji akan menyelesaikan kasus konsumen korban LRT City ini dengan secepat mungkin dengan tindak lanjut sudah menjadwalkan agenda audiensi tanggal 18 dan tanggal 19 (Agustus 2026) dengan pihak Adhi Karya, ADCP, bank dan Danantara," kata Indra.
Indra mengatakan Komisi VI akan membantu mencarikan solusi dan proses penyelesaian masalah LRT City. Mereka menjadwalkan pemanggilan direktur utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, direktur utama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), BPI Danantara, dan bank Himbara untuk audiensi pada 18 Agustus 2026.
Selanjutnya, akan ada pertemuan lanjutan pada 19 Agustus 2026. Selain mengundang pihak yang sama, para konsumen juga akan dihadirkan.
Danantara Minta Adhi Karya Bereskan Polemik LRT City
Terpisah, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria sudah menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada Selasa (11/8) kemarin. Ia meminta agar permasalahan dengan konsumen LRT City segera diselesaikan.
Dikutip dari Instagram @bumn_id, Rabu (12/8) pertemuan antara Dony dengan deretan direksi membahas persoalan dan keluhan masyarakat soal penyelesaian proyek LRT City. Langkah ini untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditanggapi dengan cepat dan tepat.
BP BUMN dan Danantara meminta Adhi Karya untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan keluhan masyarakat, memperkuat komunikasi dengan penghuni dan pemangku kepentingan, serta memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab.
