×
Ad

Danantara Minta Adhi Karya Tutup Anak Usaha, Pengembang LRT City Juga Kena?

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Selasa, 15 Sep 2026 11:48 WIB
Apartemen LRT City Ciracas Foto: Ilham Fikriansyah
Jakarta -

Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria sempat meminta PT Adhi Karya (Persero) Tbk. untuk tidak membuka anak usaha baru agar fokus sebagai kontraktor. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan terkait nasib PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP), yakni pengembang Apartemen LRT City.

Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Siswanto buka suara terkait rencana penutupan anak usaha Adhi Karya. Ia memastikan bahwa ADCP tidak dilepas, melainkan dua perusahaan afiliasi yang menggeluti bidang lain.

Adhi Karya masih berproses melakukan kajian bersama Danantara mengenai opsi terbaik dalam melakukan divestasi perusahaan. Prosesnya pun akan dilakukan secara bertahap dimulai dengan tahun ini ditargetkan divestasi saham kepemilikan Adhi Karya di dua perusahaan afiliasi.

"Bukan (ADCP yang dilepas). Fokus kita di perusahaan afiliasi dahulu. Dua perusahaan tersebut adalah kepemilikan saham Adhi di jalan tol dan pengolahan air," ucap Siswanto kepada detikProperti, Selasa (15/9/2026).

Lebih lanjut, polemik ADCP dengan konsumen Apartemen LRT City sedang dikaji bersama Danantara. Mereka menyiapkan skema pendanaan untuk menyelesaikan proyek.

"Masalah ADCP masih dalam proses kajian Danantara bagaimana skema pendanaan yang akan diberikan ADCP untuk menyelesaikan empat proyek yang belum serah terima ke konsumen," ucapnya.

Sementara itu, Adhi Karya menjalankan program restrukturisasi dan penyehatan korporasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis serta meningkatkan kinerja perusahaan.

Danantara selaku pemegang saham mayoritas, mengarahkan Adhi Karya untuk memperkuat fokus pada bisnis inti Engineering & Construction. Refocusing ke bisnis inti dilakukan melalui penataan portofolio anak usaha dan afiliasi.

Penataan tersebut ditempuh melalui divestasi, merger, maupun aksi korporasi lainnya. Untuk menentukan opsi yang paling efektif dan tepat, Adhi Karya sedang melakukan kajian mendalam atau deep dive analysis yang dikoordinasikan secara intensif dengan Danantara.

Sebelumnya diberitakan detikFinance, Dony meminta Adhi Karya untuk tidak membuka anak usaha baru. Pasalnya setiap membentuk anak usaha, entitas usaha tersebut bermasalah.

"Tidak ada lagi, ini kan sudah kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru dan Adhi fokus pada kontraktor," tegas Dony dalam unggahan resmi Instagram @bumn_id, Jumat (4/9/2026).

Adhi didorong untuk mempercepat penataan bisnis guna memperkuat struktur perusahaan dan mempertajam fokus usahanya. Penataan tersebut mencakup pelepasan sejumlah aset dan bisnis, penggabungan anak usaha, serta konsolidasi portofolio properti di bawah Danantara.

Kemudian pada Kamis (3/9), BP BUMN dan BPI Danantara menggelar rapat bersama jajaran direksi Adhi Karya. Agenda tersebut dilakukan untuk membahas perkembangan proses streamlining den restrukturisasi perseroan.

"Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, itu bisa membuat Adhi menjadi lebih sehat dan kita fokus di atasnya hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik," ujar Dony.

Dalam kesempatan lain, Dony sudah menyatakan Danantara akan membantu penyelesaian proyek Apartemen LRT City yang mandek. Danantara akan menyuntikkan dana Rp 456 miliar untuk menyelesaikan unit yang sudah dibeli masyarakat.

"Yakinlah sama saya, pasti itu akan saya bereskan tadi. Saya sudah ketemu dengan mereka, kta akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian (unit) saudara-saudara kita yang sudah bayar, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar. Itu akan kita lakukan," ucap Dony di NICE PIK2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).



Simak Video "Adhi Karya Kerahkan 4.300 Lebih Pekerja Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Jateng"

(dhw/abr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork