Setelah kejadian tragis pada 11 September 2001 yang menghancurkan 7 gedungnya, komplek World Trade Center (WTC) di New York tengah dibangun kembali. Kabarnya pada Juli 2026 gedung terakhir sudah mulai dibangun.
Pada proyek rekonstruksi komplek WTC ini, hanya ada 6 bangunan yang dibangun. Ditambah monumen peringatan untuk para korban kejadian 11 September dan The National September 11 Memorial Museum.
Bangunan terakhir yang dibangun adalah gedung 2 World Trade Center. Ini adalah sebuah menara setinggi 55 lantai dengan luas hampir 186 ribu meter persegi di 200 Greenwich Street. Gedung ini telah dikontrak akan menjadi kantor pusat global baru perusahaan American Express. Targetnya proyek ini akan selesai pada 2031.
"Semua bangunan lain harus dibangun terlebih dahulu," kata Dara McQuillan, Kepala Pemasaran dan Komunikasi Silverstein Properties, kepada The Post, menjelaskan mengapa gedung 2 WTC baru mulai dibangun pada 2026.
Banyak kendala yang ditemui untuk membangun gedung kedua ini. Sebab, rencana rekonstruksi itu telah didorong sejak 2004.
Kendala pertama adalah perihal biaya. Pengembang dan pemegang hak sewa jangka panjang Silverstein Properties membeli hak sewa Komplek WTC, termasuk Menara Kembar yang menjadi lokasi tragedi 11 September 2026 seharga US$ 3,2 miliar atau sekarang sekitar Rp 56 triliun (kurs Rp 17.604) pada tahun 2001.
Ia kemudian mengasuransikan gedung-gedung tersebut. Setelah terjadi tragedi 11 September, ia mengklaim asuransi tersebut. Namun, ia meminta 2 kali lipat karena pesawat yang menabrak gedung 2 unit. Pihak asuransi tidak terima dan menilai itu adalah satu kejadian yang sama.
Pemimpin Silverstein Properties, Larry Silverstein tidak menyerah dan terus memperjuangkan haknya. Akhirnya setelah 5 tahun berjuang di jalur hukum bahkan melawan lebih dari 20 perusahaan asuransi, ia menang. Gubernur Eliot Spitzer yang saat itu menjabat mengancam perusahaan asuransi untuk membayarnya. Jika tidak, mereka tidak diberi izin membuka bisnis di New York.
Uang itu ditambah Obligasi Kebebasan federal, pertama-tama dialokasikan untuk 7 World Trade Center, One World Trade Center, dan 3 serta 4 World Trade Center. Gedung-gedung tersebut didahulukan karena Silverstein Properties melihat lokasi tersebut dapat menarik penyewa.
Kendala kedua adalah birokrasi sehingga pembangunan gedung kedua ini tertunda. Tanah tersebut milik Otoritas Pelabuhan yang dikendalikan oleh gubernur New York dan New Jersey. Disebutkan ada 19 lembaga pemerintah memiliki pengawasan atas proyek tersebut. Namun, akhirnya tanah tersebut diberikan dengan beberapa jaminan.
Proyek 2 WTC ini benar-benar berjalan setelah American Express setuju untuk menjadi penyewa utama.
Penggalian dan pekerjaan pondasi untuk 2 WTC sebenarnya telah selesai pada tahun 2013 karena bersamaan dengan pembangunan pusat transit Oculus. Oleh karena itu, tidak ada peletakan batu pertama pada upacara dimulainya proyek pada Juli lalu.
American Express tidak hanya akan menjadi penyewa utama menara baru tersebut, tetapi juga akan memiliki seluruhnya. Hal ini menjadikan mereka satu-satunya gedung di World Trade Center yang tidak akan disewakan oleh Silverstein.
"Kami menyaksikan langsung tragedi 11 September dan berduka atas kehilangan 11 kolega terkasih," kata Denise Pickett, Presiden Enterprise Shared Services di American Express, pada acara peletakan batu pertama bulan Juli lalu.
"Ketika banyak yang mempertanyakan masa depan, American Express memilih untuk tetap tinggal. (Dengan menara ini) kami menegaskan kembali pilihan itu, dan keyakinan kami pada masa depan lingkungan yang luar biasa ini dengan membangun di sini sekali lagi," pungkasnya.
Ada pun, hingga saat ini menara One World Trade Center, 3 WTC, 4 WTC, dan 7 WTC (gedung keenam) dalam proyek rekonstruksi telah selesai dibangun. Bahkan gedung 4 WTC sudah beberapa kali berganti penyewa. Sementara itu, gedung 5 WTC masih dalam pembangunan. Gedung tersebut baru mulai dibangun pada 2021.
(aqi/das)