Jakarta - Ground Zero merupakan monumen pengingat yang dibangun Amerika untuk mengenang tragedi 11 September 2001. Begini wujud monument tersebut.
Wujud Ground Zero, Pengganti Menara Kembar yang Runtuh di Tragedi 9/11
Monumen ini berdiri di bekas Menara Kembar, tepatnya Menara Utara atau Gedung 1 WTC. Bentuknya bukan gedung tinggi, melainkan kolam air terjun kembar yang masing-masing seluas 4.000 meter persegi dengan desain yang sama. Di antara kolam tersebut, tepatnya di bawah tanahnya terdapat The National September 11 Memorial Museum. Foto: Monumen Ground Zero (foto: Fajar Pratama/detikcom)
Kolam ini berbentuk persegi. Dindingnya setinggi sekitar 9 meter. Lalu, Di dasarnya terdapat lubang berbentuk persegi yang menjadi ujung air tersebut akan berakhir. Air tersebut jatuh ke arah dalam kolam ke bagian yang dulu menjadi bagian basement gedung mengarah ke lubang di tengah. Foto: Monumen Ground Zero (foto: Fajar Pratama/detikcom)
Pinggiran kolam air terjun ini dipasang 76 plat perunggu bertuliskan 2.977 nama korban tragedi WTC dan 6 korban pemboman WTC tahun 1993. Penempatan nama-nama pun tidak acak. Ada bagian untuk nama penumpang pesawat yang menghantam gedung WTC 1 dan ada nama korban yang ditemukan di reruntuhan gedung. Foto: Monumen Ground Zero (foto: Fajar Pratama/detikcom)
Ground Zero dinobatkan menjadi kolam air terjun buatan terbesar di AS. Perancangnya adalah seorang arsitek Amerika keturunan Israel Michael Arad dan seorang arsitek lanskap Peter Walker. Foto: Monumen Ground Zero (foto: Fajar Pratama/detikcom)
Sebelum jadi Ground Zero, di lahan yang sama berdiri dua gedung setinggi 110 lantai di atasnya. Nama gedung tersebut adalah Menara Kembar (Twin Tower) di kawasan komplek World Trade Center, New York City. Kedua bangunan tersebut runtuh imbas ditabrak pesawat penumpang AS yang dibajak pada 11 September 2001. Foto: Getty Images
Kedua gedung ini runtuh karena rangka baja penyangga yang menghubungkan setiap lantai ke dinding luar bangunan terbakar imbas api yang muncul dari ledakan dan bahan bakar pesawat. Dalam waktu kurang dari dua jam dari kejadian pesawat menabrak, kedua menara itu runtuh disertai dengan awan debu yang besar. Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
