Setelah Menara Kembar (Twin Tower) di komplek World Trade Center, New York runtuh imbas tragedi 11 September 2001, tidak ada lagi bangunan serupa di atas lahan tersebut. Alih-alih membangun gedung tinggi di sana, Amerika justru membuat monumen peringatan untuk mengenang korban bernama Ground Zero.
Dilansir VOA, monumen ini mulai digarap pada 2011 dan berada di bekas Menara Utara atau Gedung 1 WTC. Bentuknya adalah kolam air terjun kembar yang masing-masing luasnya 4.000 meter persegi. Di dasarnya terdapat lubang berbentuk persegi. Ground Zero dinobatkan menjadi kolam air terjun buatan terbesar di AS.
Air tersebut jatuh ke arah dalam kolam ke bagian yang dulu menjadi bagian basement gedung mengarah ke lubang di tengah. Alasan air turun ke dalam kolam adalah agar suara gemuruh air terjunnya lebih menggema dan bisa meredam kebisingan kota New York. Lalu, dinding kolam tersebut sekitar 9 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pinggiran kolam air terjun ini dipasang 76 plat perunggu bertuliskan 2.977 nama korban tragedi WTC dan 6 korban pemboman WTC tahun 1993. Penempatan nama-nama pun tidak acak. Ada bagian untuk nama penumpang pesawat yang menghantam gedung WTC 1 dan ada nama korban yang ditemukan di reruntuhan gedung.
Monumen Ground Zero ini dirancang oleh seorang arsitek Amerika keturunan Israel Michael Arad dan seorang arsitek lanskap Peter Walker.
Monumen Ground Zero Foto: Monumen Ground Zero (foto: Fajar Pratama/detikcom) |
Di bawah kolam air terjun tersebut ada sebuah bangunan yang juga berhubungan dengan tragedi 11 September, yakni The National September 11 Memorial Museum. Namun, museum ini sebenarnya ada di bawah antara 2 kolam tersebut, tetapi masih di lahan yang sama, tempat dulunya Menara Kembar berdiri.
Museum ini lokasinya berada pada 21 meter di bawah tanah. Di dalamnya memajang benda-benda bersejarah terkait tragedi 9/11. Luas museum ini adalah 10.219 meter persegi.
Selain itu, terdapat ruangan khusus untuk menyimpan ribuan jasad korban 11 September 2001 yang tidak berhasil diidentifikasi.
Monumen ini juga dilengkapi dengan taman. Sisa lahan bekas kedua gedung tersebut, seluas 24.000 meter persegi ditanami dengan 400 pohon oak dan gum.
Selain itu, ada pula monumen Survivor Tree. Area ini istimewa karena ada sebuah pohon pir yang tidak mati tertimpa reruntuhan gedung WTC. Pohon ini menjadi simbol harapan dan kelahiran kembali.
Lalu, sisa lahan tempat gedung lain yang runtuh di komplek WTC dikabarkan dialihfungsikan untuk membangun gedung baru, stasiun kereta metro, hingga area retail seluas 51 ribu meter persegi serta sebuah pusat pertunjukan seni. Sebagai informasi, di komplek WTC ini ada 7 gedung, di mana 2 bangunan terbesar adalah Menara Kembar.
Berdasarkan catatan detikcom, Menara yang dikenal sebagai Two World Trade Center (2 WTC) telah dibangun oleh perusahaan jasa keuangan American Express. Proyek ini menjadi bagian terakhir dari rencana besar pembangunan kembali kawasan Ground Zero yang hancur akibat serangan teroris pada 2001. Bangunan baru ini akan berada di sekitar Ground Zero.
Menurut laporan New York Post, seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking akan digelar pada 9 Juli 2026. Two World Trade Center akan memiliki 55 lantai dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 70 triliun (kurs Rp 17.612). Gedung pencakar langit tersebut dirancang oleh firma arsitektur ternama Foster + Partners.
(aqi/das)

