Konsumen apartemen LRT City yang tak kunjung menerima unit kini diberikan pilihan untuk pindah unit. Meski ada solusi itu, sejumlah konsumen lebih memilih untuk tetap menuntut pengembalian dana secara penuh atau full refund.
Konsumen LRT City Cibubur, Indra mengaku tidak setuju dengan opsi tukar unit. Ia bahkan sudah pernah ditawarkan unit di LRT City Sentul sejak Februari lalu, namun dirinya tidak bersedia.
"Saya tidak setuju dan di beberapa pertemuan baik di pertemuan Kementerian PKP dan DPR dua kali kemarin pun kami sampaikan kami tidak mau tukar unit," kata Indra kepada detikProperti, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, unit yang ditawarkan tidak sebanding dari segi lokasi, kualitas, hingga fasilitas. Unit di proyek lain berada di kawasan kurang strategis, bahkan ada yang belum ada akses LRT.
Pindah unit juga berpotensi ada perbedaan harga. Konsumen diminta untuk top up atau mengeluarkan biaya lagi buat menutupi harga tersebut.
Namun alasan utama Indra tak ingin pindah unit adalah kehilangan kepercayaan dengan pengembang. Ia ingin solusi yang sudah jelas hasilnya, yakni refund.
"(Tidak tertarik pindah unit) lebih karena udah nggak percaya aja sih karena salah satu pemilik juga sempat cerita dia setuju sudah lama tapi sampai sekarang tidak ada realisasi," ucapnya.
Selain itu, Indra menyebut ada wacana pindah unit ke proyek apartemen yang digarap BUMN lain. Dia dan konsumen lain masih bisa mempertimbangkan kalau unit yang ditawarkan memiliki kondisi lebih baik secara lokasi, fasilitas, dan nilai ekonomi.
Terpisah, konsumen LRT City Cibubur lain bernama Rudy mengatakan sama sekali tak ingin pindah unit. Sejak awal ia memilih proyek tersebut karena menganggap kawasan Cibubur strategis dan fasilitasnya lengkap sehingga tak mau lokasi lain.
Ia pernah ditawarkan pindah unit ke proyek LRT City di Sentul. Rudy pun menolak karena belum ada LRT di sana serta tidak sesuai dengan tujuan awalnya beli apartemen.
"Diminta tukar di LRT City mana pun, saya akan tetap menolak," ucap Rudy.
Untuk itu, ia lebih memilih untuk mengajukan pengembalian dana. Dia sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 350 juta sejak 2024 baik untuk uang muka dan cicilan hingga sekarang.
"Saya lebih memilih refund karena saya tidak dapat kepastian tentang progres pembangunan," katanya.
Dalam keterangan terpisah, konsumen LRT City Ciracas, Guntur, mengaku pernah mendapat tawaran pindah unit ke proyek di Sentul dan Jatibening. Namun tawarannya adalah tipe studio, sedangkan yang dibelinya adalah tipe satu kamar. Lokasi yang ditawarkan pun kurang strategis dibandingkan Ciracas.
"Kami sangat kecewa dan (pengembang) tidak memikirkan perasaan kami. Kesalahan ADCP tapi kami diarahkan relokasi ke tempat dan tipe downgrade.
Daripada pindah unit, Guntur tetap meminta refund. Ia menyebutkan konsumen berhak membatalkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) berdasarkan dokumen tersebut jika sudah melewati grace period.
"Kami menolak pindah unit dan tetap buyback refund. Kami konsumen merasa ditipu oleh negara, dalam hal ini ADCP BUMN tetap menjual apartemen yang mangkrak," ucapnya.
Sementara itu, konsumen LRT City Tebet, Trian (bukan nama asli), secara terpisah menyatakan dirinya merupakan konsumen yang pernah menerima skema relokasi. Dulu ia membeli unit di Ciracas dan bersedia dipindah ke Tebet karena proyek lama bermasalah.
Kemudian, ia pun sempat ditawarkan pindah unit lagi ke LRT City Jatibening dan LRT City Sentul. Akan tetapi, ia tidak bersedia karena mendengar kabar bahwa proyek-proyek tersebut juga bermasalah, salah satunya terkait proses sertifikat kepemilikan.
"Hal-hal seperti ini membuat konsumen bertanya: kalau kami dipindahkan, apakah persoalan lama benar-benar selesai atau justru berpindah ke persoalan baru?" ucap Trian.
Saat ini pun ia mendapatkan tawaran untuk pindah unit ke proyek BUMN lain milik Hutama Karya melalui HK Realtindo di kawasan Kuningan. Dia sebenarnya bersedia pindah unit, tetapi saat ini belum ada mekanisme yang jelas.
Terkait harga properti pengganti, ia berharap pemerintah dan pengembang juga memberikan penawaran yang menguntungkan pembeli yang selama ini sudah merugi. Pasalnya, opsi pindah unit kerap diminta bayar lebih untuk menutupi selisih harga.
Selain pindah unit, Trian lebih memilih untuk mendapatkan pengembalian dana secara penuh beserta kerugian lainnya. Ia merasa sudah sangat merugi karena uangnya tertahan bertahun-tahun sementara seharusnya dapat digunakan untuk hal lain.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan pihak Adhi Karya sudah berkoordinasi dengan Danantara terkait penyelesaian proyek LRT City. Nanti akan dipilih skema mana yang paling cepat, salah satu opsi yang akan diberikan kepada konsumen adalah pindah unit.
"Nanti kita pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya," kata Dony saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
(dhw/das)