Danantara akan menyuntikkan dana Rp 456 miliar untuk membantu penyelesaian proyek Apartemen LRT City yang mandek. Kabar ini menjadi angin segar bagi konsumen yang hingga kini belum menerima unitnya. Namun, rencana tersebut belum mengurungkan niat mereka untuk mengajukan refund.
Seorang konsumen LRT City Cibubur, Indra mengaku sangat senang dengan berita penyuntikan dana untuk proyek LRT City. Ia memang sedang menanti keputusan Danantara yang rencananya akan diputuskan dalam waktu dekat.
Meski proyek tersebut dijanjikan akan selesai, dirinya sudah kehilangan kepercayaan terhadap PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) selaku pengembang. Ia pun tetap menginginkan pengembalian penuh dana alias refund.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah tidak percaya proses pembangunan yang berjalan. Kami lebih memilih refund dibanding menunggu penyelesaian yang sudah tertunda bertahun-tahun," kata Indra kepada detikProperti, Jumat (28/8/2026).
Para konsumen sangat berharap masalah refund dapat diprioritaskan sebelum melanjutkan pembangunan atau penyehatan keuangan ADCP. Menurutnya, tidak ada jaminan pembangunan akan selesai.
Ia sebelumnya dijanjikan serah terima unit dilakukan pada 2024, tetapi mundur ke akhir 2025. Lalu, ia mendapatkan surat yang menyatakan serah terima mundur lagi hingga Desember 2027.
Padahal, ia melihat lokasi proyek saat ini masih berupa tanah kosong di Cibubur.
Untuk itu, Indra menuntut refund sesuai dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) 100 persen dan kompensasi denda sebesar 3 persen. Belum lagi, konsumen menuntut kompensasi untuk kerugian immaterial.
Senada dengan itu, konsumen LRT City Ciracas yang beralih ke proyek di Tebet, Benny (bukan nama asli) juga menyambut baik dan menghargai upaya pemerintah turun tangan dalam penyelesaian proyek.
Akan tetapi, kabar itu belum cukup mengembalikan kepercayaannya terhadap proyek tersebut. Belum ada pernyataan resmi, penentuan tenggat waktu, pendanaan yang jelas, serta tindakan nyata pengerjaan proyek.
"Untuk saat ini, saya tidak ingin melanjutkan kepemilikan unit tersebut karena kepercayaan saya terhadap kondisi dan kualitas bangunannya sudah menurun," kata Benny.
Ia menyebut ada dokumentasi proyek LRT City Tebet yang memperlihatkan kondisi bangunan yang mengkhawatirkan. Terdapat indikasi korosi pada besi tulangan di area basement serta rembesan air pada plafon lantai atas.
Pilihan utama Benny adalah full refund disertai kompensasi atas seluruh kerugian yang dialami. Selain itu, ia masih bersedia mempertimbangkan alternatif relokasi ke hunian milik BUMN Karya lain.
"Syaratnya, relokasi tersebut harus menguntungkan dan layak bagi konsumen, memiliki kepastian hukum, serta mampu menutup kerugian kami secara adil," ujarnya.
Menurutnya, para konsumen mengalami kerugian berlapis karena dana mereka tertahan di proyek tersebut. Mereka kehilangan kesempatan menggunakan dana itu untuk membeli hunian lain atau kebutuhan produktif lainnya.
Dulu, ia membeli unit dua kamar pada 2018 dan studio pada 2019 di LRT City Ciracas. Pembelian tersebut juga sudah lunas.
Benny sempat dijanjikan serah terima terjadi pada 2021. Lalu, ia juga dijanjikan relokasi ke LRT City Tebet pada 2025 untuk serah terima pada December 2026. Ia sudah membayar dana lebih, tetapi ternyata proyek di Tebet juga belum selesai sampai sekarang.
"Namun, sampai hari ini kami masih menunggu tindakan nyata, skema penyelesaian tertulis, sumber pendanaan yang jelas, dan tenggat waktu yang pasti," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Danantara akan membantu penyelesaian proyek Apartemen LRT City yang mandek. Mereka akan menyuntikkan dana ke proyek tersebut.
COO BPI Danantara Dony Oskaria berjanji akan menyelesaikan polemik proyek LRT City. Ia menegaskan tidak boleh ada orang yang merugi.
"Yakinlah sama saya, pasti itu akan saya bereskan tadi. Saya sudah ketemu dengan mereka, kita akan selesaikan kurang lebih untuk menyelesaikan 2 ribu sekian (unit) saudara-saudara kita yang sudah bayar, saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar. Itu akan kita lakukan," ucap Dony di NICE PIK2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
(dhw/das)
