×
Ad

Kota Ini Panasnya bak 'Neraka', Semua Warga Sembunyi di Bawah Tanah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 05 Agu 2026 07:11 WIB
Coober Pedy di Australia Selatan. Foto: Mark Kolbe/Getty Images
Jakarta -

Rumah yang kita temui umumnya berada di atas permukaan atau bahkan menembus awan-awan. Namun, di Australia justru ada kota yang memilih bersembunyi di bawah tanah.

Meskipun terdengar aneh, kota bernama Coober Pedy ini bisa bertahan hingga saat ini dan telah dihuni sekitar 2.500 jiwa.

Munculnya kota di bawah ini bukan untuk estetika atau tujuan keamanan seperti membuat bunker. Kota tersebut muncul karena wilayah tersebut terkenal dengan panas ekstrem mencapai sekitar 53 derajat Celcius. Meskipun tidak tahu di neraka sepanas apa, 50 derajat Celcius sudah termasuk daerah yang panasnya bak membakar. Bahkan saat memasuki musim panas, kabarnya banyak burung-burung yang tak sanggup terbang dan barang elektronik disarankan disimpan di ruangan yang dingin.

Coober Pedy di Australia Foto: (Thinkstock)

Suhu yang cukup ekstrem ini mendorong warga di sana memilih untuk 'bersembunyi' dari dunia. Sebab perbedaan suhunya cukup jauh di dalam tanah, yakni sekitar 32-30 derajat Celcius dan bisa 18 derajat Celcius saat musim dingin.

Kota Coober Pedy dibentuk di lahan bekas penambangan yang digali selama beberapa dekade sehingga lebih mudah untuk tembus ke dalam. Kedalaman rumah warga dibuat minimal empat meter.

Dilansir dari BBC, Coober Pedy benar-benar bisa ditinggali layaknya hidup di atas permukaan tanah. Di sana terdapat air bersih, bahkan ada satu pohon yang tumbuh, hingga patung yang terbuat dari logam.

Bangunan di sana jaraknya cukup jauh. Di antara rumah bisa ditemui, gereja, restoran, hingga hotel sehingga wisatawan yang penasaran tinggal di sana bisa menginap.

Keunikan lain dari kota ini adalah mereka memiliki sumber pasokan listrik sendiri berasal dari tenaga angin dan panas matahari. Jelas biaya listriknya jauh lebih murah daripada rumah-rumah yang ada di permukaan tanah.

Untuk tinggal di Coober Pedy juga disebut masih terjangkau. Namun, memang tidak sembarangan orang bisa dapat izin. Bahkan kabarnya melalui proses lelang untuk mendapatkan satu unit rumah di sana.

Berdasarkan laporan pada 2023, rata-rata biaya sewanya untuk tiga kamar tidur sekitar AU$ 40.000 atau Rp 506 juta (kurs Rp 12.650). Jangan berharap arsitekturnya mewah, bentuk rumahnya sangat sederhana.




(aqi/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB