Sejumlah kota di Jepang lagi panas-panasnya sampai suhu udara mencapai 40 derajat Celsius. Sebagai solusi menghadapi gelombang panas, Jepang menciptakan 'kulkas manusia' buat menyejukkan tubuh, lho.
Dilansir dari Times of India, Kamis (23/7/2026), sebuah perusahaan Jepang membuat kulkas manusia, yakni ruang pendingin yang bisa menurunkan suhu tubuh dalam hitungan menit. Alih-alih mendinginkan seluruh ruangan, kabin kompak ini fokus mendinginkan satu orang saja, terutama untuk bagian tubuh tertentu.
Benda ini dibuat oleh pemasok industri asal Jepang, TRUSCO Nakayama Corporation. Kulkas yang dinamakan Do Reimon Box itu terbuat dari stainless steel. Bentuknya praktis dan portabel sehingga tak perlu mengubah infrastruktur lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, ruang pendingin itu terinspirasi dari sistem pendingin yang digunakan pada vending machine atau mesin penjual makanan beku. Teknologi tersebut pun diadaptasi untuk membuat kabin berukuran manusia.
Cara pakainya sederhana, pengguna cukup masuk dan duduk di kursi. Lalu, tutup pintu untuk menikmati sesi pendinginan di ruang bersuhu sekitar 15 derajat Celsius.
Selain itu, bakal ada semburan udara dingin sekitar 5 derajat Celcius mengarah pada leher, kepala, dan punggung. Bagian tubuh itu penting untuk mengatur suhu badan. Cara ini dianggap lebih cepat mendinginkan tubuh daripada berdiri di depan AC.
Menurut TRUSCO, pengguna hanya perlu berdiam di dalam kulkas sekitar 5-10 menit saja. Sesi pendinginan alat ini pun dibatasi hingga 20 menit secara otomatis.
Inovasi kulkas manusia ditujukan untuk pekerja konstruksi, pabrik, gudang, serta lokasi lain yang memiliki suhu ekstrem. Kulkas manusia ini menjadi tambahan praktis di tempat kerja yang tak cukup efektif kalau sekadar pasang AC. Tujuannya agar pekerja terhindar dari serangan panas atau heatstroke.
Hadirnya kulkas manusia bersamaan dengan fenomena suhu panas di Jepang. Setidaknya ada tiga kota di wilayah tengah Jepang mencatat suhu panas ekstrem yang melampaui ambang batas tersebut pada Selasa (21/7) waktu setempat berdasarkan Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti yang dilansir dari AFP.
Kondisi ini disebut sebagai 'kokushobi', yakni istilah meteorologi baru yang diperkenalkan JMA tahun ini.
Wilayah yang terdampak suhu ekstrem di Jepang, termasuk pusat kota Nagoya dan area komunitas di dekat Tokyo bagian timur. Kawasan tersebut tercatat mengalami suhu panas yang mendekati atau bahkan melampaui 40 derajat Celsius pada Rabu (22/7) waktu setempat.
JMA sudah merilis peringatan heatstroke di Jepang. Masyarakat, terutama kalangan lanjut usia, pun diimbau untuk mengambil langkah-langkah buat menjaga suhu tubuh tetap sejuk.
(dhw/das)
