Tren ice bath atau terapi berendam air dingin yang sebelumnya identik dengan atlet profesional kini mulai merambah masyarakat umum. Kondisi tersebut turut memicu munculnya berbagai teknologi baru untuk mendukung kebutuhan pendinginan air, baik di rumah maupun fasilitas olahraga.
Direktur PT Simed Prakarsa Indonesia Dewi Rulan mengatakan meningkatnya minat terhadap gaya hidup wellness menjadi salah satu alasan perusahaan mengembangkan sistem pendingin air khusus untuk ice bath.
Menurutnya, perangkat tersebut dirancang agar suhu air tetap stabil sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ice bath pribadi, pusat kebugaran, sauna, kolam pemulihan (recovery pool), hingga pusat rehabilitasi olahraga.
"Kami percaya bahwa inovasi tidak hanya tentang menghadirkan produk baru, tetapi juga tentang menciptakan solusi yang memberikan nilai tambah melalui efisiensi energi, kemudahan penggunaan, serta keberlanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Selain melihat tren ice bath, perusahaan juga menilai kebutuhan teknologi pengatur suhu air di sektor residensial terus berkembang, termasuk untuk kolam renang rumah.
Karena itu, perusahaan memperkenalkan pengembangan terbaru pemanas air kolam renang berbasis heat pump dengan kapasitas yang lebih besar, yakni hingga 25 kW.
Teknologi tersebut diklaim memiliki Coefficient of Performance (COP) hingga 8,0, yang berarti mampu menghasilkan energi panas hingga delapan kali lebih besar dibandingkan energi listrik yang digunakan. Sistem ini juga telah dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) sehingga pengguna dapat memantau dan mengendalikan perangkat melalui smartphone.
Peluncuran teknologi terbaru tersebut dilakukan dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Menurut perusahaan, pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan teknologi heat pump yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi dibandingkan sistem pemanas maupun pendingin air konvensional.
(das/das)