Pasar perumahan di Jabodebek-Banten lesu selama kuartal pertama 2026. Hal ini tercatat dari pertumbuhan penjualan yang mengalami penurunan.
CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menjelaskan pasar perumahan di wilayah tersebut sudah melemah sejak awal tahun. Salah satu faktor yang menimbulkan kondisi tersebut adalah adanya beberapa hari besar keagamaan.
"Memang ini ada dampaknya dari Q1 itu karena banyak aktivitas keagamaan, adanya bulan Ramadhan, kemudian Imlek, kemudian Idul Fitri, kemudian ada Nyepi, itu paling tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat untuk membeli rumah," ujar Ali dalam Indonesia Property Watch Housing Market Update Q1-2026, Kamis (30/4/2026).
Ia menyebutkan pertumbuhan nilai penjualan kuartal I 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya turun 12,9 persen. Penurunan penjualan tertinggi terjadi di Serang dan kenaikan tertinggi terjadi di Bekasi.
Lalu, pertumbuhan unit terjual juga jatuh 14,2 persen. Penurunan tertinggi juga terjadi di Serang dan kenaikan tertinggi terjadi di Bekasi.
Meski terjadi perlambatan secara umum, Ali menyatakan kabar baiknya ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan penjualan. Bekasi, Bogor, dan Depok mengalami pertumbuhan penjualan.
Terutama di Bekasi, tren kenaikan penjualan rumah melonjak. Peningkatan sebesar 18,1 persen selama kuartal I 2026.
"Tren pertumbuhan pasar perumahan di Bekasi dan Bogor itu relatif terjadi pertumbuhan naik terus tapi landai. Yang membuat anomali sebetulnya karena di Banten terjadi penurunan jadi seakan-akan anomali," katanya.
Menurut Ali, kondisi itu akibat proyek perumahan pengembang besar di Bekasi. Pengembang itu mencatatkan penjualan yang tinggi.
Di sisi lain, terjadi pergeseran minat masyarakat pada Q1 2026. Secara umum harga rumah yang disasar menjadi relatif lebih tinggi.
Sebelumnya banyak orang membeli rumah yang harganya di bawah Rp 1 miliar menjadi relatif lebih banyak di kisaran harga Rp 1-2 miliar.
"Beberapa pengembang proyek perumahan yang dari pengembang besar yang land bank-nya luar biasa ini membukukan penjualan yang luar biasa di Q1 dan itu di (rumah seharga) Rp 1-2 miliar," ujarnya.
(dhw/das)