Plafon rumah terkadang mengalami retakan seiring waktu. Meski retakan ini bisa diperbaiki, tapi terkadang banyak penghuni rumah yang menganggap remeh.
Biasanya, retakan di plafon yang paling sering ditemui adalah berbentuk garis lurus atau seperti sarang laba-laba. Meski cuma retakan halus, tapi sebenarnya merupakan pertanda masalah besar di kemudian hari.
Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham menyebut semakin besar retakan di plafon menunjukkan kemungkinan kondisi rumah yang kurang baik. Walau hanya retakan tipis, tapi seiring waktu bisa membesar hingga merusak struktur rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Retakan Tipis di Plafon
Munculnya retakan tipis di plafon karena adanya pergerakan alami rumah akibat penurunan atau perubahan suhu dan kelembapan musiman. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat beberapa material rumah yang dapat memuai karena perubahan musim.
Dalam beberapa kasus, retakan tipis yang muncul di plafon sangat halus bahkan sampai tidak disadari penghuni rumah. Jadi, cobalah sesekali mengecek kondisi plafon setiap 6-12 bulan sekali untuk memastikan dalam kondisi baik.
Untungnya, retakan jenis ini tidak sulit untuk diperbaiki. Cukup mengecatnya saja agar retakan bisa disamarkan.
"Retakan halus tidak 'tumbuh' sering kali dapat dicat ulang untuk menyamarkannya," kata Beacham.
Retakan yang Disertai Perubahan Warna Plafon
Kalau muncul retakan disertai dengan perubahan warna dan plafon yang sudah menurun, bisa jadi karena terdapat masalah pada struktur rumah. Ada berbagai faktor, seperti penurunan tanah yang tidak merata atau beban bangunan berlebih.
Sedangkan perubahan warna pada plafon biasanya terjadi karena air hujan yang bocor melalui atap atau ada kebocoran pipa. Untuk memperbaiki masalah ini maka harus memanggil jasa profesional.
"Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas," jelas Beacham.
Plafon juga bisa mengalami retakan karena serangan hewan. Terkadang, hewan seperti musang atau tikus suka bersarang di atap dan pergerakannya bisa merusak material plafon itu sendiri.
Retakan pada langit-langit tidak bisa dihindari karena dipengaruhi oleh usia plafon serta pergerakan alami dari rumah. Namun sebenarnya masih bisa dicegah dengan cara mudah, yakni dengan rutin mengecek tanda-tanda plafon mulai retak dan segera memperbaikinya jika ada kerusakan.
Itulah pentingnya segera memperbaiki plafon rumah yang retak. Jadi, sudah dicek plafonnya atau belum detikers?
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/abr)











































