Merancang rumah split level bisa menjadi pilihan untuk memiliki ruang tambahan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Sebelum membangun rumah split level, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.
Kelebihan Rumah Split Level
Memudahkan Komunikasi
Menurut arsitek Denny Setiawan, memiliki rumah split level bisa memudahkan komunikasi di rumah, karena jarak antara ruang dapur hingga ruang tengah jadi lebih dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mensiasati Tanah Berkontur
Ketika memiliki tanah yang berkontur, rumah dengan konsep split level ini bisa jadi salah satu cara untuk mensiasatinya.
"Jadi kalau daerah berkontur kan misalnya bisa turun 1,5 meter, jadi supaya kita mengurangi cut and fill tanah, memadatkan atau menambahkan tanah baru atau mengurangi tanah baru, kita menggunakannya, memanfaatkannya dengan konsep split level itu," tuturnya kepada detikcom, Minggu (3/5/2026).
Punya Void
Denny mengatakan, menggunakan konsep split level memungkinkan adanya void atau ruang terbuka antar-lantai di rumah. Void ini berfungsi untuk memaksimalkan cahaya hingga mengoptimalkan ventilasi udara.
Tangga Lebih Pendek
Jumlah anak tangga yang dibutuhkan rumah konsep split level jauh lebih sedikit. Itu karena, jarak antar-tingkat hanya setengah lantai saja tidak sampai satu lantai seperti pada rumah umumnya.
Kalau pada rumah umumnya membutuhkan 24 anak tangga untuk mencapai lantai dua, dengan konsep split level jumlah anak tangga yang dibutuhkan hanya sekitar 11 saja.
Kekurangan Rumah Split Level
Biaya Bangun Lebih Mahal
Biaya bangun rumah split level lebih mahal sekitar 10-15 persen dari rumah biasa. Alasannya karena rumah konsep ini harus menambahkan balok struktur pada bagian lantainya antar-tingkatannya.
"(Penambahan balok struktur) di bagian lantainya. Jadi misalnya kalau dua lantai kan kita cukup buat dua kali sloof ya, dua kali balok. Tapi kalau misalnya satu, satu setengah, dua, dua setengah (lantai), jadi itu akan boros di balok. Tapi itu nilainya paling 10 persen dari keseluruhan total membangun rumah," ungkapnya.
Tidak Cocok Jika Ada Lansia
Sayangnya, konsep rumah split level tidak cocok jika ada lansia di rumah. Itu karena, akan ada banyak tangga yang harus dilalui.
"(Rumah split level jika ada lansia) nggak cocok karena split level mewajibkan orang untuk naik tangga," tuturnya.
Pun jika dipasang ramp, perlu luas tanah yang sangat besar.
Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan konsep rumah split level. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(abr/ilf)











































