Desain rumah saat ini sangatlah beragam dan dapat mengakomodir berbagai kebutuhan dari pemiliknya. Salah satu desain yang bisa menjadi pilihan saat merancang rumah adalah split level.
Desain rumah tersebut sangat cocok untuk memanfaatkan ruang tanah yang berkontur. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rumah split level, yuk simak informasinya berikut ini.
Pengertian Rumah Split Level
Dilansir dari Architectural Digest, rumah split level adalah rumah dengan beberapa lantai bertingkat, bukan bertumpuk satu di atas yang lain seperti pada umumnya. Biasanya, jarak antara satu tingkat dengan yang lainnya adalah setengah lantai alih-alih satu lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antar-lantai tersebut dihubungkan dengan tangga pendek atau setengah tangga. Biasanya, pintu depan berada di lantai dasar dengan tangga yang naik dan turun dari sana.
Dilansir dari House Beautiful, biasanya di lantai utama akan ada dapur, ruang makan, sekaligus ruang terbuka atau ruang tamu. Bagian atasnya baru ada ruang tidur.
Sejarah Rumah Split Level
Rumah split level menjadi populer di Amerika Serikat setelah Perang Dunia II, ketika keluarga muda pindah ke pinggiran kota yang berkembang pesat. Gaya arsitektur ini menjadi populer di pertengahan abad sebagai cara memaksimalkan ruang di lahan yang lebih kecil.
Karena bisa memberikan banyak ruang di lahan yang kompak, rumah-rumah ini menjadi lebih terjangkau dan menarik banyak orang Amerika kelas menengah. Ditambah lagi, tata ruang terbuka dan lapang serta banyaknya cahaya alami yang masuk karena jendela yang banyak juga membuat konsep rumah ini semakin populer.
Rumah Split Level di Indonesia
Konsep rumah split level sudah banyak digunakan di luar negeri, bagaimana dengan di Indonesia? Menurut arsitek Denny Setiawan, sebenarnya konsep split level sudah umum di Indonesia tapi belum banyak digunakan. Salah satu yang sudah menggunakan konsep tersebut adalah Splow House karya arsitek Delution.
Area yang Cocok untuk Bangun Rumah Split Level
Denny mengatakan, daerah yang terdapat tanah berkontur sangat cocok untuk rumah split level.
"Jadi kalau daerah berkontur kan misalnya bisa turun 1,5 meter, jadi supaya kita mengurangi cut and fill tanah, memadatkan atau menambahkan tanah baru atau mengurangi tanah baru, kita menggunakannya, memanfaatkannya dengan konsep split level itu," tuturnya kepada detikcom, Minggu (3/5/2026).
Tak hanya daerah yang memiliki tanah berkontur, pada area padat penduduk juga bisa menggunakan konsep rumah split level.
Ciri-ciri Rumah Split Level
Berikut ini ciri-ciri rumah split level.
Memiliki Lebih dari 3 Tingkat
Rumah split level umumnya memiliki lebih dari tiga tingkat. Menurut Denny, biasanya rumah split level terdiri dari 4 tingkat yang terdiri dari setengah lantai.
Dari luar memang bisa terlihat hanya seperti dua tingkat saja, tetapi di bagian dalam bisa terdiri dari lebih dari tiga tingkat jika menggunakan konsep rumah split level.
Tangga yang Pendek
Karena tingginya hanya setengah lantai, tangga yang digunakan sebagai penghubung antar-lantai jadi pendek. Umumnya sekitar 11 anak tangga saja.
Ruang Terbuka
Biasanya konsep rumah ini mengusung lantai terbuka. Ini memberikan kesan ruangan lebih luas.
Itulah pengertian hingga ciri-ciri rumah split level. Semoga membantu.
(abr/ilf)











































