Menjelang perayaan Imlek dan awal Ramadhan 2026, Pemkot Surabaya semakin tancap gas menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil dengan inisiatif menggelar Pasar Murah, agar warga tetap bisa belanja bahan pokok dengan harga terjangkau.
Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) akan meningkatkan intensitas Pasar Murah selama Ramadan. Kegiatan ini rencananya digelar serentak di 31 kecamatan, ditambah dua titik Pasar Murah setiap hari.
Kepala Dinkopumdag Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di bulan Ramadan, intensitas Pasar Murah kami tingkatkan. Selain serentak di seluruh kecamatan, setiap hari juga ada dua titik Pasar Murah agar masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Mia dalam rilis yang dilihat detikJatim di laman resmi Pemkot Surabaya.
Selain memperbanyak titik Pasar Murah, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengawasan pasar menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Pengawasan ini difokuskan pada pasar-pasar yang menjadi barometer inflasi nasional. Distributor dan toko ritel diminta tidak menjual di atas HET serta tidak melakukan penimbunan barang.
Untuk menjaga stabilitas harga, Dinkopumdag rutin menggelar Operasi Pasar setiap bulan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah penyaluran Minyakita kepada pedagang pasar melalui kerja sama dengan produsen dan distributor. Intervensi serupa juga akan diterapkan pada komoditas lain apabila terjadi gejolak harga.
Komoditas cabai juga menjadi salah satu yang terus dipantau. Menurut Mia, fluktuasi harga cabai masih tergolong wajar. Faktor cuaca di musim hujan serta meningkatnya permintaan menjelang hari besar menjadi penyebab utamanya.
"Harga cabai memang cenderung fluktuatif karena pasokan berkurang dan permintaan meningkat. Karena itu, Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah kami fokuskan pada komoditas yang mengalami lonjakan, agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali," ujarnya.
(irb/hil)











































