Program 3 Juta Rumah merupakan salah satu program unggulan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi rakyat Indonesia. Namun, Prabowo merasa program ini berjalan lambat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas Perumahan sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Hashim mengaku Prabowo menanyakan progres program perumahan yang lambat.
"Saya terus terang saja beberapa minggu lalu bertemu Presiden, bicara mengenai program ini, kemudian (dia) tanya 'kenapa? Kok program perumahan agak lambat?' Kesannya lambat. Kesan di pemikiran presiden," ujarnya dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di dekat Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Hashim kemudian menjelaskan kepada Prabowo lambatnya progres program perumahan ada beberapa faktor seperti masalah birokrasi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang baru terbentuk satu tahun, dan lainnya.
"Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat. Cepat. Dan terus terang saja, saya lihat saya bisa laporkan kepada beliau dengan Kereta Api Indonesia dengan partisipasi bapak-bapak dan ibu-ibu KAI ini akan segera terwujud," tuturnya.
Sebagai informasi, Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Prabowo itu dilakukan setiap tahunnya, dengan pembagian 1 juta perbaikan dan pembangunan rumah di perdesaan, 1 juta di perkotaan, dan 1 juta di kawasan pesisir. Berdasarkan data dari dashboard Kementerian PKP, capaian Program 3 Juta Rumah baru 814.210 atau sekitar 27 persen dari target per tahun 2025.
Rinciannya dibagi ke dalam beberapa kategori. Pertama, berdasarkan APBN. Jika dilihat dari APBN PKP, targetnya ada 58.859 unit terbangun dan diperbaiki atau peningkatan kualitas, total capaiannya 60.959 unit. Capaian ini terdiri dari pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah susun, rumah khusus, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), PSU (Prasarana, sarana, utilitas), dan Sanitasi.
Sementara itu untuk APBN non PKP dari target 127.140 unit pembangunan baru dan peningkatan kualitas, capaiannya 104.668.
Dari sisi Pengembang, target pembangunan baru dan peningkatan kualitas sebanyak 1.515.224 unit tapi capaiannya baru 433.880 unit. Ini terdiri dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), diskon pajak PPNDTP, Pelonggaran GWM BI, serta pembiayaan mikro.
Ada juga dari Corporate Social Responsibility atau CSR dari perusahaan. Dari target 26.763, baru tercapai 9.701. Sementara untuk kebijakan PBG gratis, dari target 1.272.014 unit, capaiannya 205.002. Dari capaian itu, 187.598 unit sudah menerapkan Retribusi PBG Gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan 17.404 unit yang untuk non-MBR.
Simak Video "Video Prabowo Marah soal Laporan Palsu: Jangan Main-main dengan Saya"
(abr/zlf)