Kalimantan Tengah

Pemkab Kobar Siapkan Situs Jejak Peradaban Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 17 Jul 2026 11:31 WIB
Rumah Betang di Kotawaringin Barat. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Kotawaringin Barat (Kobar) selama ini lebih dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Tanjung Puting dengan pesona orangutannya. Namun kini, pemerintah daerah mulai menggeser perhatian dengan mengangkat kekayaan budaya dan sejarah sebagai daya tarik wisata baru yang diyakini mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan.

Rumah Betang di Desa Pasir Panjang, Makam Kyai Gede, Astana Al-Nursari, Istana Kuning, Rumah Mangkubumi, Kolam Pemandian 7 Putri hingga berbagai festival budaya kini diposisikan sebagai ikon wisata budaya yang terus dikembangkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kobar untuk menghadirkan alternatif destinasi selain wisata alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kobar Rona Nirmala mengatakan Rumah Betang di Desa Pasir Panjang telah ditetapkan sebagai pusat ekobudaya. Rumah adat suku Dayak yang berada tak jauh dari pusat Kota Pangkalan Bun itu kini difungsikan sebagai balai budaya untuk menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Setiap tamu yang datang akan disambut dengan tarian adat Dayak. Tidak hanya menyaksikan pertunjukan, mereka juga diajak ikut menari sehingga dapat merasakan langsung kekayaan budaya masyarakat Dayak," ujar Rona, Jumat (17/6/2026).

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Kobar, sehingga tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga mengenal tradisi dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.

Sementara itu, Makam Kyai Gede di Kecamatan Kotawaringin Lama diproyeksikan sebagai pusat wisata budaya religi. Setiap tahun, terutama saat pelaksanaan haul, ribuan peziarah dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah maupun luar daerah memadati kawasan tersebut.

"Makam Kyai Gede sudah kita tetapkan sebagai pusat wisata budaya religi karena setiap tahun selalu ramai dikunjungi masyarakat, baik untuk berziarah maupun menghadiri haul," katanya.



Simak Video " Menghadapi Tantangan Uji Nyali di Makam Trunyan, Bali"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork