Sudah Hampir 2 Pekan TNTP Terbakar, Bupati Kobar Minta Water Bombing

Kalimantan Tengah

Sudah Hampir 2 Pekan TNTP Terbakar, Bupati Kobar Minta Water Bombing

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 20 Sep 2026 07:00 WIB
Bupati Kobar Nurhidayah saat pantau karhutla. (Sigit Pamungkas)
Foto: Bupati Kobar Nurhidayah saat pantau karhutla. (Sigit Pamungkas)
Kotawaringin Barat -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) belum juga lepas dari penanganan. Hampir dua pekan petugas berjibaku memadamkan api di kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa tersebut.

Bupati Kobar, Nurhidayah kini mendesak pemerintah pusat segera mengirim helikopter water bombing. Nurhidayah mengatakan kondisi medan di TNTP menjadi salah satu tantangan utama penanganan karhutla.

Sejumlah titik diketahui berada di kawasan yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Sehingga, dukungan pemadaman dari udara dinilai sangat dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah hampir dua pekan kami berjibaku di sana. Kami ingin api segera diamankan agar tidak mengganggu habitat dan aktivitas satwa," kata Nurhidayah, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Nurhidayah, TNTP merupakan kawasan konservasi sekaligus aset penting yang harus dijaga bersama. Karena itu, penanganan karhutla di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan habitat satwa.

"Kawasan ini sangat berharga. Ada habitat satwa yang harus kita lindungi," ujarnya.

Pemkab Kobar, lanjutnya, telah beberapa kali menyampaikan permintaan bantuan kepada pemerintah pusat. Surat permohonan dukungan helikopter water bombing juga telah disampaikan melalui BNPB.

Namun hingga Sabtu (19/9), bantuan helikopter tersebut belum diterima Pemkab Kobar. Nurhidayah mengatakan Kobar belum masuk dalam wilayah yang menjadi prioritas dukungan pemadaman udara pemerintah pusat.

"Sudah beberapa kali kami bersurat melalui BNPB untuk meminta water bombing, tapi sampai sekarang belum ada kabar," jelasnya.

Dia menyebut empat wilayah yang saat ini dianggap menjadi prioritas, yakni Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, dan Kotawaringin Timur. Sementara Kobar dinilai masih dapat melakukan penanganan dengan kekuatan yang tersedia.

"Untuk sementara Kobar dianggap masih bisa mengatasi dengan kondisi yang ada," katanya.

Nurhidayah menilai kondisi penerbangan di Bandara Lanud Iskandar yang masih normal tidak dapat menjadi satu-satunya indikator bahwa penanganan karhutla di Kobar tidak membutuhkan bantuan tambahan.

Menurutnya, kebutuhan dukungan udara justru sangat penting untuk lokasi yang sulit dijangkau, terutama kawasan TNTP. Pemkab Kobar juga meminta bantuan peralatan pemadam seperti mesin portable untuk memperkuat penanganan di lapangan.

"Kami sangat membutuhkan water bombing, khususnya untuk TNTP dan daerah yang sulit dijangkau," pungkas Nurhidayah.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian. Berdasarkan monitoring hingga 17 September 2026, luas kawasan TNTP yang terbakar mencapai 4.524 hektare.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads