Panduan Wisata Pulau Maratua Berau 2026 untuk Healing Maksimal

Kalimantan Timur

Panduan Wisata Pulau Maratua Berau 2026 untuk Healing Maksimal

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 09 Jul 2026 06:00 WIB
Maratua Island
Pulau Maratua di Berau, Kalimantan Timur. Foto: (Melati Raya Sihotang/d'Traveler)
Berau -

Di ujung timur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terdapat surga tersembunyi di Indonesia, namanya Pulau Maratua. Pulau ini digadang sebagai Maldives-nya Kalimantan dan masih termasuk dalam Kepulauan Derawan yang terletak di bibir Laut Sulawesi.

Pulau Maratua merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Secara administratif, pulau ini berada di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Luasnya sekitar 384 kilometer persegi, melingkar ditumbuhi pepohonan dan membentuk laguna berwarna hijau kebiruan di bibir pantainya. Pasir pantai berwarna putih bersih menjadi salah satu ciri khas Maratua karena menciptakan warna yang kontras antara air pantai dan lautnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maratua juga termasuk dalam kawasan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang, yaitu wilayah yang memiliki kekayaan spesies laut tertinggi di dunia bersama dengan laut di perbatasan Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Salomon. Tidak heran jika pulau ini menjadi tujuan favorit para divers.

Selain pantai, Maratua juga punya bandara sendiri, Bandara Maratua, sehingga akses menuju pulau kini jauh lebih mudah. Jika berencana berlibur ke Berau pada 2026, Pulau Maratua wajib masuk list kunjungan detikers. Berikut panduan lengkap mulai dari lokasi, rute perjalanan, aktivitas wisata, hingga tips berlibur ke Pulau Maratua.

Rute Menuju Pulau Maratua Tahun 2026

Setidaknya ada 2 cara menuju Pulau Maratua, melewati darat atau udara. Berikut penjelasannya.

1. Melalui Tanjung Redeb

Buat detikers yang datang dari luar Kalimantan, cara paling praktis adalah terbang menuju Bandara Kalimarau (BEJ) di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Bandara ini melayani penerbangan dari Balikpapan, Samarinda (Bandara APT Pranoto), Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan beberapa kota lain.

Setelah tiba di Bandara Kalimarau, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil sewaan, travel, atau taksi menuju Pelabuhan Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam.

Bagi detikers yang berada di Samarinda, perjalanan juga bisa ditempuh melalui jalur darat menuju Berau. Jarak Samarinda-Tanjung Redeb sekitar 520-600 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 10-12 jam menggunakan mobil pribadi atau travel.

Setelah tiba di Tanjung Redeb, detikers masih harus melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Tanjung Batu sebelum menyeberang ke Pulau Maratua menggunakan speedboat. Dari pelabuhan ini menuju ke Pulau Maratua akan menempuh perjalanan sekitar 45 menit hingga satu jam.

2. Penerbangan Langsung ke Maratua

Pilihan lain yang lebih praktis lagi adalah dengan terbang langsung ke Bandara Maratua (RTU) yang berada langsung di Pulau Maratua. Hanya ada dua rute penerbangan di bandara ini, yaitu dari Samarinda, Berau, dan Tarakan dengan jadwal maupun kursi yang juga terbatas.

Harga satu kali penerbangan berkisar dari Rp 300.000 sampai Rp1.000.000 tergantung hari. Keuntungan jika detikers memilih jalur ini adalah waktu perjalanan yang lebih singkat, hanya sekitar 1 jam dari Samarinda. Namun, frekuensi penerbangannya belum sebanyak Bandara Kalimarau, sehingga detikers disarankan memesan tiket jauh-jauh hari.

3. Paket Island Hopping Kepulauan Derawan

Selain solo trip, banyak wisatawan juga memilih menggunakan paket wisata Kepulauan Derawan yang ditawarkan berbagai agen perjalanan. Paket ini biasanya sudah mencakup transportasi darat dari Bandara Kalimarau ke pelabuhan, speedboat antarpulau, penginapan, makan, hingga kegiatan island hopping ke Pulau Maratua, Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Gusung Pasir.

Pulau Maratua di DerawanPulau Maratua di Derawan Foto: (Khairul Leon/d'Traveler)

Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba di Pulau Maratua

1. Snorkeling dan diving

Daya tarik utama Pulau Maratua adalah dunia bawah lautnya yang dihidupi berbagai jenis ekosistem terumbu karang warna-warni. Ada lebih dari 20 titik penyelaman yang menawarkan nuansa bawah laut yang berbeda, mulai dari terumbu karang, wall dive, hingga gua bawah laut. Beberapa dive site terkenal antara lain:

  • Turtle Traffic
  • Mid Reef
  • Jetty Dive
  • Channel
  • Hanging Garden
  • Eel Garden

Di sana, detikers bisa berenang langsung bersama penyu hijau, penyu sisi, pari manta, ikan-ikan kecil di terumbu karang, dan tentunya juga bisa menikmati berbagai spesies terumbu karang. Maratua juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik di Indonesia untuk melihat penyu hijau, lho.

Pengunjung menyelam di kedalaman kawasan Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Berau, Kalimantan TimurPengunjung menyelam di kedalaman kawasan Goa Halo Tabung, Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

2. Mengunjungi Gua Halo Tabung

Gua Halo Tabung adalah salah satu destinasi favorit karena di sini detikers bisa menyelam ke dalam gua yang airnya jernih sebening kristal. Gua alami yang terbentuk di kawasan batuan kapur ini jernih airnya berasal dari campuran air laut dan air tanah yang mengalir melalui celah-celah batu kapur.

Pengunjung bisa berenang, berendam, maupun sekadar menikmati keindahan gua dari pinggir. Detikers juga bisa membawa fotografer untuk memotret penyelaman di dalam air.

3. Bermain di pantai pasir putih dan trekking ke puncak Gunung Putih

Hampir seluruh sisi Pulau Maratua memiliki pantai berpasir putih dengan air yang sangat tenang. Beberapa resort atau penginapan juga memiliki dermaga sendiri yang langsung berhadapan ke laut lepas. Pantai-pantai yang bersih di pulau ini disebabkan karena minimnya pembangunan dan ekosistem yang masih terjaga.

Yang tidak boleh ketinggalan yaitu trekking ke puncak gunung putih yang berlokasi di Kampung Payung-Payung. Dari sini, detikers bisa menikmati keindahan sekitar Pulau Maratua dari ketinggian dengan waktu terbaik kunjungannya mulai dari pukul 09.00 - 14.00 WITA ketika cuaca cerah.

4. Bersepeda keliling pulau

Ukuran Pulau Maratua yang tidak terlalu luas memungkinkan detikers bersepeda menyusuri seluruh jalanannya sambil menikmati kehidupan masyarakat lokal. Sepanjang perjalanan detikers akan menemui rumah panggung, kebun kelapa, pantai, dan dermaga tempat nelayan menyenderkan perahunya.

5. Menikmati sunrise dan sunset

Maratua juga terkenal akan keindahan sunset dan sunrise yang tidak terbayarkan. Pagi hari jadi waktu terbaik menikmati sunrise dari sisi timur pulau, sedangkan sore hari detikers bisa berjalan ke arah barat untuk melihat matahari terbenam.

6. Bersantai mendengarkan alunan musik jazz dalam Maratua Jazz & Dive Fiesta

Kementerian Pariwisata bersama WartaJazz dan Yayasan Berau Lestari rutin setiap tahunnya menyelenggarakan Maratua Jazz & Dive Festival. Di tahun 2026, acara musik ini akan digelar pada 8-11 Oktober.

Di acara ini detikers akan disuguhkan alunan musik Jazz yang menemani waktu santai saat menikmati keindahan Pulau Maratua. Selain konser musik, ada pula berbagai pameran dan tenant kuliner yang akan menambah seru momen liburan detikers.

Wisata Sekitar Pulau Maratua

Selain menyusuri Maratua, detikers juga bisa berkunjung ke beberapa destinasi lain di Pulau Derawan. Hanya butuh waktu tempuh mulai dari 10 hingga 30 menit untuk pindah ke berbagai destinasi unggulan di sekitar Maratua.

Contohnya ada Pulau Kakaban yang terkenal sebagai danau ubur-ubur, salah satu dari sedikit danau ubur-ubur tak menyengat yang masih tersisa di dunia. Di sana, detikers bisa berenang bersama ribuan ubur-ubur tidak menyengat yang telah berevolusi dan terisolasi selama ribuan tahun.

Perjalanan juga bisa dilanjutkan ke Pulau Sangalaki yang merupakan kawasan konservasi penyu hijau sekaligus salah satu lokasi untuk menyelam bersama pari manta. Ada juga Gusung Pasir Sanggalau yang menyuguhkan hamparan pasir putih yang hanya muncul saat air laut surut.

Pulau Kakaban.Pulau Kakaban. Foto: Pulau Kakaban (Dok. Kementerian Pariwisata)

Tips Liburan ke Pulau Maratua

Pulau Maratua sebenarnya dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi periode terbaiknya berlangsung dari bulan Maret-Mei dan Juli-Oktober. Di periode tersebut, cuaca relatif cerah, ombak lebih tenang, dan visibilitas bawah laut juga cukup baik.

Wisatawan juga wajib membawa uang tunai karena mesin ATM sangat terbatas dan sinyal yang terkadang masih sulit dijangkau. Selain itu, para penjual di pulau ini juga sebagian besar masih menerima pembayaran secara tunai.

Selanjutnya, gunakanlah sunscreen yang ramah terumbu karang agar tidak merusak ekosistem laut. Sediakan juga obat-obatan pribadi dan perlengkapan snorkeling sendiri.

Saat menyelam atau snorkeling, jangan menyentuh terumbu karang maupun memberi makan satwa liar. Hindari juga menginjak karang ketika air surut karena bisa merusak ekosistem yang pemulihannya membutuhkan waktu puluhan tahun.

Demikian informasi seputar lokasi, rute perjalanan, aktivitas wisata, hingga tips berlibur ke Pulau Maratua. Selamat berlibur, detikers!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Menjelajahi Keindahan Alam di Labuan Cermin dan Menikmati Panorama di Berau "
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads