Kalimantan dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh liar di kawasan hutannya. Salah satu yang cukup unik adalah buah rotan.
Meski rotan lebih dikenal sebagai bahan baku kerajinan dan furnitur, beberapa jenis rotan juga menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Bahkan, tanaman rotan juga bisa diolah jadi sayuran.
Buah rotan memiliki bentuk dan karakteristik yang khas. Selain bentuknya yang unik, buah rotan juga menarik perhatian karena disebut memiliki sejumlah manfaat. Lantas, seperti apa buah rotan khas Kalimantan dan apa saja manfaat yang dimilikinya?
Mengenal Buah Rotan dan Karakteristiknya
Kalimantan punya buah yang bernama rotan atau disebut juga manau, buah dengan ukuran yang kecil-kecil dengan rasa yang sangat masam atau kecut. Buah ini berasal dari pohon rotan, yang biasanya kita kenal dengan hasil kayunya untuk beragam perabotan dan beraneka kerajinan.
Dikutip dari laman Media Center Provinsi Kalsel, buah rotan (Calamus manan) adalah spesies tumbuhan dari keluarga Arecaceae. Tumbuhan berbunga ini merupakan spesies endemik di Kalimantan Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Kalimantan, Thailand.
Buah rotan punya nama lain yang cukup beragam di beberapa daerah. Di Kalimantan Tengah dan Barat biasanya disebut manau, sementara masyarakat Banjar menamainya walatung. Lain lagi Suku Dayak yang menyebutnya tu'u, hingga ada juga yang menyebutnya buah redan.
Buah rotan berasal dari beberapa spesies rotan, terutama yang termasuk genus Calamus. Bentuknya berkisar dari bulat hingga oval dan ditutupi kulit bersisik berwarna cokelat hingga kemerahan. Daging buahnya tampak putih sampai kekuningan dengan tekstur yang agak asam dan menyegarkan.
Saat masih muda, kulitnya berwarna hijau yang perlahan akan berubah menjadi kuning kecokelatan atau kemerahan saat matang. Daging buah rotan mirip rambutan, putih bening dan berair ketika dimakan. Dagingnya juga sekilas mengingatkan dengan buah kelengkeng dan duku.
Buah rotan dikenal sebagai salah satu hasil hutan Kalimantan yang unik dengan rasa khas, yaitu asam menyegarkan. Bentuknya kecil-kecil, berkulit sisik mirip salak, tetapi rasanya punya sensasi tersendiri. Saat digigit, sensasi asamnya langsung terasa, lebih lezat lagi jika dicampur garam dan cabai seperti layaknya buah asam pada rujak.
Rasa asam segar pada buah rotan membuatnya enak dimakan langsung maupun diolah menjadi beragam sajian. Di beberapa wilayah, buah ini sering dijadikan manisan, asinan, atau dicampurkan ke dalam es buah sebagai penambah kesegaran.
Buah ini diketahui adalah buah musiman yang hanya berbuah dua tahun sekali. Dikutip dari buku Spesies Apakah Itu? oleh Mochamad Indrawan dkk, buah rotan berbentuk bulat sempurna atau agak lonjong, ukurannya pun bisa beragam.
Manfaat Buah Rotan
Dikutip dari media sosial Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, buah rotan atau manau, punya kandungan vitamin C serta antioksidan yang cukup tinggi sehingga dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit.
Buah rotan juga memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa-senyawa ini bisa menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel, sehingga berpotensi membantu menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif serta memperlambat proses penuaan dini.
Selain sebagai antioksidan, buah rotan juga memiliki kandungan fenolat yang cukup tinggi, terutama pada ekstrak metanolnya. Senyawa fenolik ini berperan dalam melindungi sel tubuh dari stres oksidatif sekaligus membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Potensi di atas dibuktikan dalam beberapa penelitian, salah satunya berjudul Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Non Polar, Semi Polar dan Polar Buah Rotan (Calamus manan). Penelitian ini menganalisis ekstrak buah rotan menggunakan tiga jenis pelarut, yakni n-heksana, etil asetat, dan metanol.
Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki kadar fenolat total tertinggi. Aktivitas antioksidannya pun tergolong cukup kuat. Dari hasil ini bisa dikatakan bahwa senyawa fenolik dalam buah rotan berkontribusi terhadap aktivitas antioksidannya dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami untuk mendukung kesehatan tubuh.
Nah, itulah tadi pengertian, karakteristik, dan manfaat buah rotan yang unik khas Kalimantan. Apakah kamu pernah mencicipinya?
Simak Video "Video K-Talk: Merayakan Sedekade NCT 127"
(aau/bai)