12 Kuliner Khas Palangka Raya, Olahan Ikan hingga Sayuran yang Istimewa

12 Kuliner Khas Palangka Raya, Olahan Ikan hingga Sayuran yang Istimewa

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 17 Jul 2026 21:00 WIB
Ragam Kuliner Khas Palangka Raya. (AI/Chat GPT)
Foto: Ragam Kuliner Khas Palangka Raya. (AI/Chat GPT)
Palangka Raya -

Palangka Raya tidak hanya dikenal sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dengan pesona alam dan budaya yang kaya, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang patut dicicipi.

Kuliner khas Palangka Raya didominasi oleh bahan-bahan segar yang mudah ditemukan di wilayah Kalimantan, seperti berbagai jenis ikan air tawar, hasil hutan, hingga aneka sayuran lokal.

Tak hanya menjadi hidangan sehari-hari, berbagai makanan khas tersebut juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Banyak di antaranya disajikan dalam acara adat, perayaan, maupun sebagai menu andalan di rumah makan khas daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

12 Kuliner Khas Palangka Raya yang Patut Dicoba

Palangka Raya yang kini telah berusia 69 tahun, punya banyak kuliner lokal yang menggugah selera. Simak berikut ragam kuliner khas Palangka Raya, dirangkum dari arsip liputan detikcom dan laman MMC Provinsi Kalimantan Tengah:

1. Ikan Lais Bakar

Lezatnya Lais Bakar dan Sambal Lucung khas Pangkalan Bun. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)Lezatnya Lais Bakar dan Sambal Lucung khas Pangkalan Bun. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)

Kalimantan Tengah punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis ikan air tawar yang menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat setempat. Salah satu yang cukup populer adalah ikan lais, salah satu ikan air tawar khas yang hidup di sungai-sungai Kalimantan.

Dagingnya yang lembut, gurih, dan minim duri menjadikannya favorit masyarakat lokal maupun wisatawan. Biasanya, ikan lais dimasak dengan cara dibakar hingga matang. Ikan lais bakar akan lebih enak jika dipadu dengan sambal lucung (sambal bunga kecombrang).

Ikan lais bakar dan sambal lucung jadi sajian andalan orang Kalimantan Tengah. Sambal ini dibuat dari cabai pilihan yang dipadukan dengan bahan-bahan tradisional sehingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam.

Sambal lucung terbuat dari bunga kucung atau kecombrang, cabai rawit, bawang merah, terasi bakar, garam dan gula secukupnya, serta air perasan jeruk limau. Semua bahan diulek menjadi sambal dengan sensasi pedas segar, makin enak disantap dengan nasi putih hangat dan lalapan.

Perpaduan rasa gurih ikan lais yang merupakan ikan khas sungai di Kalimantan dengan pedasnya sambal lucung, dijamin menggugah selera. Rasanya mau nambah nasi terus!

2. Wadi Ikan

Tamba, ikan fermentasi suku Dayak.Tamba, ikan fermentasi suku Dayak. Foto: Dok. MMC Kalteng

Kalimantan punya banyak kuliner yang diolah dengan cara fermentasi. Salah satunya wadi, makanan fermentasi tradisional yang menggabungkan teknik alami dengan kekayaan rasa khas dari tanah Borneo.

Orang Dayak di Kalimantan Tengah menyebutnya dengan istilah wadi, namun ada juga yang menyebutnya tamba atau pekasam. Cara ini digunakan untuk mengolah ikan sungai yang segar.

Caranya dibersihkan dan disayat, lalu dicampur dengan garam dan nasi atau singkong. Selain tubuh ikan disayat-sayat bagian depan dan belakang, isi perutnya dibuang.

Ikan tersebut kemudian dipindahkan ke wadah tertutup rapat dan disimpan di suhu ruang selama 2 minggu. Wadah yang digunakan bisa beragam, bisa juga menggunakan wadah plastik dan aluminium foil selama hasilnya betul-betul rapat.

Cara fermentasi ini selain untuk cadangan makanan juga digunakan masyarakat setempat untuk menyimpan ikan dalam jangka waktu yang cukup lama, meski tanpa lemari pendingin.

3. Olahan Ikan Seluang

Pundang Seluang, oleh-oleh khas Sekayu Musi BanyuasinPundang Seluang, oleh-oleh khas Sekayu Musi Banyuasin

Ikan seluang adalah ikan sungai berukuran kecil yang banyak ditemukan di sungai Kalimantan dan Sumatera. Ikan ini digoreng kering hingga sangat renyah. Olahan ini sering dijual dalam bentuk keripik ikan utuh bersalut tepung bumbu yang sangat cocok untuk camilan atau lauk.

4. Juhu Singkah Uwei

Juhu Singkah Uwei. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah)Juhu Singkah Uwei. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah)

Warga Suku Dayak di Kalimantan Tengah kerap membuat juhu singkah uwei, sayur tradisional yang terbuat dari bagian muda rotan atau dikenal juga sebagai umbut rotan. Dalam bahasa Dayak, rotan disebut uwei, sedangkan singkah berarti bagian pucuknya yang masih muda dan lunak.

Rotan yang dipilih adalah rotan muda. Saat akan diolah, rotan perlu dipotong kecil-kecil dan dibaluri rempah. Rotan bisa dimasak dengan santan atau tidak. Selain umbut rotan, ada juga umbut sawit yang memakai bongkol pohon kelapa.

Juhu singkah uwei disajikan berkuah dengan tambahan ikan atau daging, tetapi lebih sering disajikan bersama ikan tongkol atau patin. Keunikannya juga bisa dilihat dari tampilan dan warna kuahnya. Umumnya, kuah juhu singkah berwarna kuning atau kemerahan, tergantung pada bumbu yang digunakan.

Warna kuning berasal dari kunyit, sedangkan warna merah berasal dari cabai rawit merah. Perpaduan bumbu seperti kunyit, serai, jahe, bawang merah, dan bawang putih inilah yang kemudian menciptakan aroma yang harum sekaligus rasa yang khas.

Ketika menyantap juhu singkah uwei, detikers akan merasakan perpaduan antara segar, gurih, dan sedikit pahit yang berasal dari umbut rotan. Rasa pahit ini justru pemeran utama dalam hidangan ini, ditambah dengan bumbu dan teknik pengolahan tertentu sehingga menghasilkan rasa yang seimbang dan tetap nikmat.

5. Kalumpe

Kalumpe. Foto: laman Media Center KaltengKalumpe. Foto: laman Media Center Kalteng

Bukan orang Kalimantan namanya, kalau tak bisa menyulap hasil alam yang sederhana jadi hidangan luar biasa. Orang di kampung Kalimantan terbiasa mengolah mulai dari binatang di hutan dan kebun sampai tumbuhan liar.

Salah satunya masakan rumahan, sayur Kalumpe. Bahan utamanya dari daun singkong yang mudah ditemui di tanah Borneo. Dikenal juga dengan nama Karuang, kalumpe terbuat dari daun singkong yang ditumbuk halus lalu dimasak dengan kuah kental berbumbu.

Kalumpe adalah makanan khas Dayak, Kalimantan Tengah. Makanan ini berbahan dasar daun singkong yang ditumbuk halus menggunakan lesung, ditambah terung pipit dan dimasak ke dalam air, santan dan rempah-rempah.

Kalumpe diolah dengan cara menumbuk daun singkong hingga halus yang dicampur dengan terong kecil atau terong pipit, ditambah dengan bumbu bawang merah, bawang putih, serai, dan lengkuas yang sudah dihaluskan.

Makanan ini cocok disajikan dengan sambal terasi dan ikan asin, biasanya disajikan bersama nasi hangat dan lauk pendamping seperti ikan atau daging. Kalumpe dimasak dengan terong pipit, menghasilkan rasa dan tekstur yang unik.

6. Bangamat

Bangamat khas Dayak. (dok Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata RI)Bangamat khas Dayak. (dok Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata RI)

Jika Manado punya paniki, Kalimantan Tengah punya bangamat yang juga dibuat dari kelelawar pemakan buah. Dagingnya dicuci bersih lalu dimasak dengan aneka bumbu.

Biasanya juga diolah bersama sulur kelari atau sayur hati batang pisang. Atau diolah dengan daun pikauk yang rasanya asam. Pencinta kuliner ekstrem, pastikan mencicip bangamat saat mampir ke Palangkaraya.

7. Keripik Kalakai

kuliner palangkarayakuliner palangkaraya Foto: Berbagai sumber

Camilan renyah yang terbuat dari daun kelakai. DIkutip dari situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, kelakai sering dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah untuk mengobati diare, menambah darah, dan menjaga kulit awet muda.

Keripik kelakai memanfaatkan bagian daun yang masih muda. Daun kelakai kemudian dibaluri adonan tepung bumbu dan digoreng sehingga menjadi keripik yang gurih.

Keripik ini banyak dijual di berbagai pusat oleh-oleh Jalan Batam maupun di berbagai swalayan lokal di Palangka Raya.

8. Rabuk Patin Kandas Sarai

Dari Banjarmasin? Bawa Amplang hingga Rabuk Ikan Buat Buah TanganRabuk Ikan. Foto: Istimewa

Di Palangka Raya, ada abon yang tidak terbuat dari daging sapi, melainkan ikan patin. Keunikannya ada pada bumbu kandas sarai atau sambal serai khas Dayak, yang memberikan perpaduan rasa gurih ikan dan pedas aromatik khas rempah lokal.

9. Wadai Apam

makanan khas palangkarayamakanan khas palangkaraya

Wadai apam merupakan jajanan yang kerap ditemukan di pasar tradisional maupun lapak penjual jajanan pagi hari. Kue basah ini bertekstur sangat empuk dan lembut.

Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, kelapa parut, ragi, dan gula. Rasanya manis legit dan sering hadir dalam acara perayaan masyarakat lokal.

10. Kenta

makanan khas palangkarayamakanan khas palangkaraya

Dikutip dari situs Disbudpar Kalteng, kenta adalah makanan tradisional khas masyarakat Dayak dengan bahan ketan. Kenta sering digunakan dalam acara sakral, karena disajikan kepada tatu parei (leluhur/roh padi).

Cara membuatnya disangrai lalu ditumbuk menggunakan lesung hingga pipih. Kenta disajikan bersama air kelapa muda, gula merah cair, dan taburan kelapa parut.

11. Hintalu Karuang

Hintalu Karuang. Foto: Dapur Mama AmyRaHintalu Karuang. Foto: Dapur Mama AmyRa

Namanya memang berarti "telur kelelawar" dalam bahasa Dayak, tapi jangan salah, makanan ini sebenarnya mirip biji salak. Bola-bola dari tepung ketan disiram kuah gula merah dan santan. Ada rasa manis gurih yang menyatu dengan tekstur kenyal. Lebih nikmat lagi jika disantap dalam keadaan dingin.

12. Lamang

Pekerja membakar lamang (lemang) bambu di Sungai Sapih, Padang, Sumatera Barat, Kamis (5/6/2025). Menjelang Idul Adha 1446 hijriyah, pedagang lamang mengaku pesanannya meningkat dari hari biasa sekitar 20-40 batang per hari menjadi 200-400 batang per hari karena kebutuhan tinggi masyarakat menyediakan makanan terbuat dari beras ketan itu saat hari besar di keluarga mereka sesuai tradisi Minang. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/barPekerja membakar lamang (lemang) bambu. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Tak hanya di Sumatera, Palangkaraya juga memiliki Lamang sebagai camilan khasnya. Makanan ini terbuat dari beras ketan dan dibuat menggunakan bambu sehingga memiliki rasa yang lebih nikmat.

Beras ketan dalam bambu yang dibakar dengan bara api ini memiliki rasa gurih. Hal ini dikarenakan campuran seperti garam dan juga kelapa.

Nah itulah tadi ragam kuliner khas kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Apakah ada makanan yang sudah pernah kamu cicipi?

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads