Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah menarik perhatian seluruh dunia, termasuk warga Indonesia. Salah seorang pengusaha kedai kopi pun sampai menunjukkan sikapnya terhadap konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran ini, dengan cara menghapus 'americano' dari menunya.
Pemilik kafe tersebut bernama Arkha Tri Maryanto. Per Maret 2026, Arkha menghapus 'americano' dari daftar menu kafenya di Solo, Titilaras. Dia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan sikapnya terkait konflik di Timur Tengah.
"Bagiku, ini mengambil satu sikap kecil. Walaupun kecil di mata sesama manusia, setidaknya aku memiliki sikap. Mau ikut silakan, tidak juga tidak apa-apa. Kita sudah muak lah gitu. Kita sudah muak dengan hal ini gitu loh. Kita sudah muak dengan isu-isu yang terjadi," ceritanya kepada detikJateng, Rabu (4/3/2026).
Selain menghapus menu americano, Arkha juga mengubah metode pembuatan kopinya. Kini ia mengandalkan kopi tubruk asli Indonesia di Titilaras.
"Kita mengambil sikap untuk menghapus menu itu beserta metode espresso-nya. Sebenarnya Indonesia itu punya metode yang cukup terkenal, yaitu tubruk. Makanya kita menggantinya dengan tubruk, atau bahasa kami 'tubruk saring'. Jadi metodenya tubruk, tapi ampasnya disaring," tuturnya.
Menurut Arkha, rasa kopi tubruk tidak jauh beda dengan americano jika pengaturannya sesuai. Kesempatan ini juga ia manfaatkan untuk mengangkat identitas Indonesia dalam kopinya.
"Iya, yang mendekati (americano) adalah tubruk karena menghasilkan ekstraksi yang cukup strong, tergantung pengaturannya. ... Kita ingin memperkenalkan kembali seduhan yang bisa menjadi identitas Indonesia sendiri. Makanya, kami menyebutnya lebih simpel saja, black coffee. Just black coffee, not anything," ujarnya.
(des/des)