Unik! Kafe Ini Hapus 'Americano' dari Menu Setelah AS-Israel Serang Iran

Regional

Unik! Kafe Ini Hapus 'Americano' dari Menu Setelah AS-Israel Serang Iran

Tara Wahyu NV - detikKalimantan
Rabu, 04 Mar 2026 19:28 WIB
Kedai kopi Titilaras Solo tak lagi menyediakan americano buntut perang AS-Israel vs Iran, Minggu (1/3/2025).
Foto: dok. IG Titilaras Solo
Solo -

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah menarik perhatian seluruh dunia, termasuk warga Indonesia. Salah seorang pengusaha kedai kopi pun sampai menunjukkan sikapnya terhadap konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran ini, dengan cara menghapus 'americano' dari menunya.

Pemilik kafe tersebut bernama Arkha Tri Maryanto. Per Maret 2026, Arkha menghapus 'americano' dari daftar menu kafenya di Solo, Titilaras. Dia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan sikapnya terkait konflik di Timur Tengah.

"Bagiku, ini mengambil satu sikap kecil. Walaupun kecil di mata sesama manusia, setidaknya aku memiliki sikap. Mau ikut silakan, tidak juga tidak apa-apa. Kita sudah muak lah gitu. Kita sudah muak dengan hal ini gitu loh. Kita sudah muak dengan isu-isu yang terjadi," ceritanya kepada detikJateng, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik kedai Titilaras, Arkha Tri Maryanto, membuat black coffe usai tak menyediakan americano di lapaknya, Rabu (4/3/2026)Pemilik kedai Titilaras, Arkha Tri Maryanto, membuat black coffe usai tak menyediakan americano di lapaknya, Rabu (4/3/2026) Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Selain menghapus menu americano, Arkha juga mengubah metode pembuatan kopinya. Kini ia mengandalkan kopi tubruk asli Indonesia di Titilaras.

"Kita mengambil sikap untuk menghapus menu itu beserta metode espresso-nya. Sebenarnya Indonesia itu punya metode yang cukup terkenal, yaitu tubruk. Makanya kita menggantinya dengan tubruk, atau bahasa kami 'tubruk saring'. Jadi metodenya tubruk, tapi ampasnya disaring," tuturnya.

Menurut Arkha, rasa kopi tubruk tidak jauh beda dengan americano jika pengaturannya sesuai. Kesempatan ini juga ia manfaatkan untuk mengangkat identitas Indonesia dalam kopinya.

"Iya, yang mendekati (americano) adalah tubruk karena menghasilkan ekstraksi yang cukup strong, tergantung pengaturannya. ... Kita ingin memperkenalkan kembali seduhan yang bisa menjadi identitas Indonesia sendiri. Makanya, kami menyebutnya lebih simpel saja, black coffee. Just black coffee, not anything," ujarnya.

Arkha menceritakan asal mula americano yang identik dengan Amerika. Awalnya, kopi ini justru merupakan 'ejekan' dari orang-orang Italia karena tentara Amerika tidak bisa minum espresso, kopi hitam asal Italia. Namun seiring perkembangan zaman, americano justru menjadi salah satu kopi favorit.

"Americano kan dasarnya espresso dikasih air, dan kalau kita telusuri sejarahnya, itu kan awalnya bahan hinaan dari orang Italia untuk tentara Amerika yang tidak bisa minum espresso. Tapi pada akhirnya itu menjadi sebuah identitas bangsa mereka. Nah, itu yang membuat saya berpikir, kenapa kita harus pakai identitas orang lain," terang Arkha.

Founder Titilaras itu juga mengaku sebenarnya sejak awal sudah berniat menggunakan nama selain americano untuk menu kopi hitam. Ia menggunakan nama black coffee atau black ice.

"Sebenarnya menu itu sudah saya ganti dari awal buka di sini. Kita biasanya cuma tawarin ke pelanggan, mau kopi pakai susu atau tanpa susu? Kalau tanpa susu, kita sebutnya black coffee atau black ice. Black ice terinspirasi lagunya AC/DC. Bukan karena salah nama atau tulisan, emang sengaja," bebernya.

Penghapusan menu americano ini juga sempat diunggah Arkha ke media sosial. Ia mendapat berbagai respons. Bahkan beberapa kedai kopi juga ingin mengikuti jejak Arkha.

"Alhamdulillah, beberapa coffee shop dan kedai menghubungi saya secara pribadi ingin ikut gerakan ini. Saya bilang silakan selama itu positif. Ini mengedukasi juga bahwa ketika kita menyebut nama sebuah negara dalam menu, secara tidak langsung kita menggaungkan nama itu," tegasnya.

Baca selengkapnya di detikJateng.

Halaman 2 dari 2
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads