Babi berjenggot atau babi berjanggut merupakan mamalia berukuran besar yang memiliki sejarah evolusi panjang di kawasan Asia Tenggara. Satwa nomaden ini tersebar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Kalimantan.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai spesies unik ini, artikel berikut akan mengupas tuntas berbagai aspek kehidupannya yang mencakup taksonomi, sebaran habitat, karakteristik fisik, aneka perilaku keseharian, hingga status konservasinya di alam liar.
Taksonomi dan Persebaran
Secara taksonomi, spesies ini diklasifikasikan ke dalam dua subspesies utama yaitu Sus barbatus dan Sus barbatus oi. Berikut taksonomi atau klasifikasinya:
- Kelas: Mamalia (mamalia)
- Ordo: Artiodactyla (ungulata berkuku genap)
- Famili: Suidae (babi hutan)
- Subfamili: Suinae (babirusa)
- Suku: Suini (babi)
- Genus: Sus (babi)
- Spesies: Sus barbatus dan Sus barbatus oi (babi berjanggut)
Wilayah persebaran alami mereka sangat luas. Spesies Sus barbatus tersebar di Kalimantan, hingga pulau-pulau di Filipina seperti Palawan dan Kepulauan Sulu. Sedangkan Sus barbatus oi tersebar di Semenanjung Malaysia, Kepulauan Riau, Bangka, dan Sumatera.
Mamalia ini memiliki daya adaptasi tinggi di berbagai lanskap mulai dari hutan hujan dataran rendah, kawasan mangrove pesisir, hingga hutan pegunungan di ketinggian 2.000 meter. Meskipun mereka bisa bertahan di hutan sekunder dan area perkebunan kelapa sawit, satwa ini tercatat telah kehilangan hingga 62 persen habitat alaminya di hutan Sumatera akibat deforestasi massal.
Ciri-Ciri Fisik Babi Berjenggot
Spesies ini dinobatkan sebagai babi dengan bentuk kepala paling panjang dan tubuh paling ramping dibandingkan semua babi liar yang masih hidup saat ini. Ciri fisik utamanya meliputi rambut kaku menyerupai janggut di rahang bawah, dua pasang kutil di wajah, serta rumbai ujung ekor yang bentuknya sangat mirip dengan ekor gajah.
Babi jantan dewasa umumnya berbobot antara 50 hingga 120 kilogram, namun ukurannya bisa melonjak tajam melebihi 200 kilogram ketika cadangan makanan di dalam hutan sedang sangat melimpah. Sementara itu, anak babi yang baru lahir memiliki corak garis-garis pucat di punggungnya, di mana corak kamuflase tersebut akan memudar dan menghilang sepenuhnya saat mereka mencapai usia lima minggu.
(bai/sun)