Hutan tropis dan dataran rendah di kawasan Asia Tenggara menyimpan pesona keanekaragaman hayati yang menakjubkan, di antaranya adalah burung pentis pelangi (Prionochilus percussus). Burung mungil ini merupakan salah satu penghuni hutan Kalimantan.
Sesuai dengan namanya, burung ini menghiasi pepohonan dengan perpaduan warna bulunya yang cantik dan mencolok layaknya pelangi. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai karakteristik, taksonomi, habitat, kebiasaan makan, hingga status konservasi dari burung pentis pelangi.
Sekilas tentang Pentis Pelangi
Dikutip dari Biodiversity Warriors, pentis pelangi atau yang bernama global crimson-breasted flowerpecker ini merupakan burung berukuran kecil yang aktif beterbangan di dahan-dahan pohon. Burung ini banyak menghuni kawasan hutan, tepian hutan dataran rendah, hingga wilayah kaki bukit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara morfologi, berdasarkan Bali Wildlife, burung ini memiliki ukuran tubuh hanya sekitar 10 cm. Ciri khasnya terletak pada paruh yang agak besar serta perpaduan warna bulu yang sangat mencolok, dengan perbedaan corak yang jelas antara jantan dan betina.
Individu jantan memiliki penampilan yang lebih terang, dengan bulu bagian atas berwarna biru, dahi hitam, dan mahkota merah tua. Bagian bawah tubuhnya berwarna kuning cerah dengan dada merah tua (crimson) yang khas, serta dilengkapi kumis putih dan ekor berwarna biru.
Sementara itu, individu betina memiliki warna yang lebih pudar dengan bulu atas hijau zaitun dan mahkota oranye kusam. Bagian bawah tubuh betina berwarna hijau keabu-abuan dengan tenggorokan abu-abu, dada kuning, serta kumis putih yang tampak lebih samar.
Taksonomi Pentis Pelangi
Dalam penjelasan Thai National Parks, pentis pelangi masuk ke dalam famili burung pemakan bunga atau nektar. Dalam genus Prionochilus, terdapat tiga spesies yang berbeda, yaitu:
- Prionochilus maculatus (pentis raja / yellow-breasted flowerpecker)
- Prionochilus thoracicus (pentis kumbang / scarlet-breasted flowerpecker)
- Prionochilus percussus (pentis pelangi / crimson-breasted flowerpecker).
Berikut adalah urutan taksonomi dari pentis pelangi atau Prionochilus percussus:
- Kelas: Aves
- Ordo: Passeriformes
- Famili: Dicaeidae (burung pemakan bunga)
- Genus: Prionochilus (burung pentis)
- Spesies: Prionochilus percussus
- Subspesies: Prionochilus percussus ignicapilla, Prionochilus percussus percussus, Prionochilus percussus regulus
Habitat dan Persebaran
Pentis pelangi mendiami habitat alami berupa hutan dataran rendah subtropis atau tropis yang lembap, serta kawasan hutan mangrove. Secara umum, persebaran burung ini meliputi negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.
Menurut catatan dari Birds of The World, penyebaran populasi pentis pelangi dapat dirinci lebih spesifik berdasarkan tiga subspesiesnya:
- Prionochilus percussus ignicapilla: memiliki jangkauan yang paling luas. Persebarannya dimulai dari Myanmar bagian selatan (Tenasserim Selatan), turun melintasi Semenanjung Malaya (termasuk Pulau Penang dan Tioman), hingga ke Pulau Sumatra (termasuk Kepulauan Riau, Lingga, Bangka, dan Belitung). Subspesies ini juga dapat ditemukan di Kepulauan Natuna Utara (Bunguran) serta wilayah Kalimantan (Borneo).
- Prionochilus percussus regulus: memiliki jangkauan distribusi yang sangat terbatas, yakni endemik di Kepulauan Batu, tepatnya di lepas pantai barat Sumatera.
- Prionochilus percussus percussus: merupakan subspesies yang wilayah persebarannya terpusat di kawasan Jawa Barat.
Makanan Pentis Pelangi
Pentis pelangi pada dasarnya merupakan omnivora yang memakan buah-buahan, serbuk sari (polen), nektar, dan terkadang serangga kecil. Merujuk pada laporan Bird Ecology Study Group, subspesies Prionochilus percussus ignicapilla bahkan sering dikategorikan sebagai pemakan buah obligat (obligate frugivore).
Makanan favorit burung ini meliputi buah, nektar, dan serbuk sari dari tanaman benalu (Loranthaceae). Berbagai pengamatan mencatat bahwa pentis pelangi sangat gemar memakan berbagai buah hutan dan kebun, seperti buah Melastoma malabathricum, jambu air, jambu biji, ceri kampung, aneka buah ara (Ficus sp.), lada-ladaan (Piper aduncum), hingga buah mangga dan belimbing yang sudah matang.
Meski sangat bergantung pada buah-buahan, mereka sesekali akan berburu serangga seperti ulat. Namun, serangga yang ditangkap umumnya tidak dimakan sendiri oleh individu dewasa, melainkan diduga kuat dibawa terbang untuk diberikan kepada anak-anaknya di sarang.
Status Konservasi
Terkait status kelestariannya di alam liar, berdasarkan rilis dari Data Zone BirdLife, spesies pentis pelangi masuk dalam kategori Risiko Rendah (Least Concern) dalam Daftar Merah IUCN. Status aman ini diberikan karena spesies tersebut memiliki rentang wilayah persebaran yang sangat luas, sehingga kondisinya tidak mendekati ambang batas untuk dimasukkan ke dalam kategori Rentan.
Selain luas persebaran yang aman, ukuran dan fluktuasi penurunan habitatnya dinilai belum mengkhawatirkan. Meskipun jumlah total populasi pentis pelangi belum dikuantifikasi secara pasti dalam bentuk angka, para ahli meyakini bahwa populasinya di alam bebas masih sangat stabil dan jauh di atas ambang batas kritis kepunahan (yakni tidak berada di bawah 10.000 individu dewasa).
