Kerusakan terumbu karang ditemukan di spot selam KMM, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Kerusakan diduga kuat akibat ponton batu bara yang kandas dan melintas di perairan dangkal kawasan tersebut.
Kerusakan itu pertama kali diketahui kelompok penggiat konservasi terumbu karang saat mendampingi wisatawan asal Malaysia untuk kegiatan fun diving sekaligus pengambilan lisensi selam pada, 1 Januari 2026 lalu. Kondisi bawah laut yang biasanya dipenuhi gundukan terumbu karang kini tampak rata, dengan karang dan biota hancur di dasar laut.
"Spot KMM ini salah satu spot terumbu karang terbaik di Muara Badak, tapi saat kami menyelam kondisinya sudah rusak dan rata. Gundukan terumbu karang yang biasanya indah sudah tidak ada," kata penggiat konservasi terumbu karang Muara Badak, M Fachrian Akbar kepada detikKalimantan, Senin (12/1/2026).
Ia menyebut kerusakan tersebut diyakini kuat akibat ponton batu bara yang kandas. Sejumlah bukti ditemukan di lokasi, mulai dari ceceran batu bara, cat merah, hingga tali besi sling yang tertinggal di area terumbu karang.
"Kami menemukan tali besi ponton tersangkut di karang, batu bara di sela-sela terumbu, dan kerusakan yang nyaris rata di dasar laut. Ini ciri khas kerusakan akibat kapal besar," ujarnya.
Fachrian menjelaskan kawasan terumbu karang di Muara Badak, termasuk spot KMM, belum memiliki status kawasan lindung. Kondisi ini membuat tidak ada larangan kapal melintas, meski secara topografi perairan tersebut tergolong dangkal.
"Secara kondisi laut, spot KMM ini tidak seharusnya dilintasi ponton karena dangkal. Tapi karena tidak berstatus kawasan lindung, kapal masih bebas melintas," jelasnya.
(des/des)