Final Piala Soeratin U-15 Ricuh, PSSI Kalbar Bakal Bawa ke Sidang Disiplin

Kalimantan Barat

Final Piala Soeratin U-15 Ricuh, PSSI Kalbar Bakal Bawa ke Sidang Disiplin

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 13 Jul 2026 09:31 WIB
Kericuhan dalam laga final Piala Soeratin U-15 Kalbar antara Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak.
Foto: Kericuhan dalam laga final Piala Soeratin U-15 Kalbar antara Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas (Dok. Istimewa)
Pontianak -

Laga final Piala Soeratin U-15 Kalimantan Barat (Kalbar) antara Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak diwarnai kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga sejumlah oknum suporter. Insiden yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) sore itu menyebabkan pertandingan sempat terhenti sekitar 20 menit.

Kericuhan pertama terjadi pada babak kedua saat Kubu Raya United unggul 2-0. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula setelah terjadi pelanggaran keras terhadap salah satu pemain Kubu Raya United yang memicu adu mulut dan saling dorong antarpemain.

Situasi kemudian memanas ketika sejumlah pemain cadangan dari kedua tim masuk ke lapangan. Di saat bersamaan, sejumlah oknum suporter dilaporkan menerobos pembatas tribun dan masuk ke area pertandingan sehingga aparat keamanan turun tangan untuk mengendalikan situasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertandingan dapat dilanjutkan setelah kondisi kembali kondusif sekitar 20 menit kemudian. Namun, ketegangan kembali terjadi seusai peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas diduga terpancing oleh selebrasi kemenangan pemain Kubu Raya United sehingga kembali terjadi keributan di tengah lapangan.

Panitia pelaksana bersama aparat keamanan bergerak cepat memisahkan kedua kubu sehingga situasi dapat dikendalikan dan para pemain diarahkan meninggalkan lapangan. Keributan ternyata belum berakhir. Gesekan kembali terjadi di luar Stadion PSP meski panitia telah menerapkan sistem pengeluaran suporter dan rombongan kedua tim secara bergiliran.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, keributan pecah di jalan depan stadion ketika rombongan kedua tim bertemu. Adu mulut kemudian terjadi dan sempat memicu aksi saling dorong.

Sejumlah orang tua pemain Kubu Raya United juga mengaku terjadi aksi anarkis terhadap pemain saat rombongan melintas di sekitar lokasi. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait kronologi maupun adanya korban dalam insiden tersebut.

Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalbar, Robby Najini memastikan insiden tersebut akan menjadi perhatian serius penyelenggara kompetisi.

"Kejadian pada laga final ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin kompetisi untuk ditindaklanjuti," kata Robby, Senin (13/7/2026).

Hingga kini PSSI Kalbar belum menyampaikan kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan. Keputusan akan ditentukan setelah Panitia Disiplin melakukan pemeriksaan terhadap laporan perangkat pertandingan, panitia pelaksana, serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads