Menilik Lukisan Gua Purba Tertua di Kalimantan Timur

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 07 Jan 2026 11:00 WIB
Foto: Lukisan Gua Purba di Sangkulirang-Mangkalihat. (Dokumentasi Pindi Setiawan)
Kutai Timur -

Lukisan di Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur pernah menjadi yang tertua ditemukan dunia. Hingga akhirnya ditemukan lukisan purba di Gua Leang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Lukisan ini berada di dalam gua, maka dari itu disebut lukisan gua purba. Keberadaannya menjadi jejak simbolik bahwa ribuan tahun lalu ada manusia purba dengan pemikirannya yang bermukim di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, lukisan tersebut juga menandai awal mula perkembangan seni yang telah dimulai dari ribuan tahun lalu.

Gua dan Lukisan Purba di Sangkulirang-Mangkalihat

Kawasan Sangkulirang-Mangkalihat Karst merupakan hamparan batu kapur yang luas, terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur. Kawasan ini mencakup puluhan gua dengan ribuan lukisan batu (rock art) yang tersebar di dinding dan langit-langit gua di wilayah ini.

Lukisan yang ditemukan di sana termasuk cap tangan, figur manusia, binatang, ornamen geometris, dan simbol abstrak lainnya yang dibuat dengan pigmen alami seperti oker (ochre), yaitu mineral alami yang akan menghasilkan warna merah jingga atau cokelat kemerahan.

Para peneliti yang mengeksplorasi situs ini sejak akhir tahun 1988 oleh Luc-Henri Fage sebagai yang pertama kali melakukan penelusuran. Barulah pada tahun 1994, lukisan pertama ditemukan oleh Jean-Michel Chazine, seorang peneliti dari Prancis dan Pindi Setiawan, peneliti dari ITB.

Lukisan bergambar trenggiling yang ditemukan di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat. (Dokumentasi Pindi Setiawan)

Dari eksplorasi ini ditemukan sekitar 48-54 gua menyimpan motif-motif tersebut. Motifnya sangat beragam, dari cap tangan merah, garis-garis abstrak, hingga figur hewan dan manusia, yang semuanya memberi gambaran mengenai cara berpikir dan budaya masyarakat pemburu-pengumpul kuno yang pernah tinggal di sana.

Salah satu yang menarik adalah ditemukannya lukisan trenggiling, walaupun bentuknya jauh berbeda dengan trenggiling. Setelah ditelusuri lebih dalam, para peneliti yakin bahwa gambar tersebut merupakan trenggiling raksasa yang telah punah 30.000 tahun lalu di Indonesia.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork