Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlangsung. Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan fasilitas pendidikan di IKN berjalan paralel dengan infrastruktur pendukung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Setelah pembangunan komplek peribadatan sudah hampir rampung, Otorita IKN akan membangun kompleks pendidikan terpadu yang mencakup seluruh jenjang di KIPP.
"Fasilitas pendidikan sedang dikembangkan bersamaan dengan layanan penting lainnya di KIPP," kata Basuki dalam keterangannya yang dikutip detikEdu dari Antara, Selasa (6/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiapan infrastruktur pendidikan di KIPP saat ini difokuskan untuk tahun ajaran 2026/2027. Salah satu proyek unggulan adalah SMA Taruna Nusantara, yang ditargetkan mulai menerima siswa pada 2026.
Sekolah ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan terpadu di IKN, dengan fokus pada pembentukan karakter, pengembangan daya saing, serta peningkatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Pembangunan komplek pendidikan dilakukan secara paralel dengan infrastruktur hunian dan layanan publik, agar sekolah siap sebelum warga dan aparatur sipil negara (ASN) pindah ke IKN.
Zona pendidikan di KIPP dirancang sebagai pusat layanan pendidikan yang memenuhi kebutuhan dasar warga dan ASN yang akan pindah ke ibu kota baru secara bertahap. Area ini mencakup berbagai fasilitas, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
"Area pendidikan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan pegawai negeri," ujar Basuki, merujuk pada aparatur sipil negara (ASN) yang akan pindah ke Ibu Kota baru secara bertahap.
Basuki menilai pendekatan ini memungkinkan hunian dan aktivitas sosial berjalan bersamaan, sehingga ibu kota baru tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga kota yang layak huni.
Model pendidikan terpadu yang disiapkan Otorita IKN diharapkan dapat meningkatkan akses serta kualitas layanan pendidikan, sekaligus mengurangi kebutuhan mobilitas harian warga.
Ia menekankan bahwa pendidikan berkualitas menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di ibu kota masa depan.
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) era Presiden Jokowi ini juga menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk percepatan penyediaan layanan publik, termasuk sektor pendidikan, agar target pembangunan dan pengembangan Nusantara dapat tercapai sesuai jadwal.
