Peran AIA di Balik Percepatan Infrastruktur dan Ketahanan Air

Peran AIA di Balik Percepatan Infrastruktur dan Ketahanan Air

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 06 Agu 2026 20:31 WIB
Andi Iwan Darmawan Aras
Andi Iwan Darmawan Aras (Foto: Dok. Fraksi Gerindra)
Makassar -

Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI 2024-2026, terus mengawal percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap berbagai program strategis pemerintah.

Berbagai program strategis di sektor pekerjaan umum, sektor jalan, transportasi, perumahan, serta sumber daya air menjadi fokus yang terus didorong. Menurutnya pembangunan infrastruktur tidak hanya sekedar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

"Dengan infrastruktur yang memadai, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung," Kata Andi Iwan Darmawan Aras setelah pelantikannya di Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari laman resmi Gerindra, Rabu (2/10/2024)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kunjungan kerja dan pengawasan langsung terhadap proyek-proyek strategis nasional. Melansir laman resmi Partai Gerindra, salah satu langkah yang dilakukan AIA adalah memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores.

Proyek ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus meningkatkan akses menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo. Menurutnya, kehadiran infrastruktur tersebut akan memperlancar mobilitas, mendorong pemerataan pembangunan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.

ADVERTISEMENT

Pejuang Politik Partai Gerindra tersebut berharap berharap pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dalam meningkatkan konektivitas, mendorong pemerataan pembangunan, maupun memperkuat pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.

"Tujuannya agar manfaat segera dirasakan masyarakat, memperkuat konektivitas antar wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores," ujar AIA saat Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Manggarai Barat, NTT, Selasa (22/7/2026).

Selain di NTT, AIA juga meninjau pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road (MORR) 3 Tahap IV di Sulawesi Utara (Sultra) pada 2025. Proyek yang menjadi salah satu prioritas Direktorat Jenderal Bina Marga tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan, meningkatkan kelancaran lalu lintas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Manado dan daerah sekitarnya.

AIA juga memimpin peninjauan sejumlah infrastruktur dan sarana transportasi strategis di Provinsi Sulawesi Tengah. Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan Pelabuhan Pantoloan dan Jembatan IV Palu, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid guna membahas percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Tak hanya itu, AIA turut mengawal percepatan pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional. Kehadiran jalan tol tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas menuju kawasan IKN, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, serta mendukung pengembangan pusat pemerintahan baru dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan.

AIA Dorong Ketahanan Air Lewat Penguatan Infrastruktur SDA

Selain mendorong percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas, AIA juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan tata kelola sumber daya air (SDA) sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan air nasional. Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI, ia mengawal berbagai program Direktorat Jenderal SDA dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berfokus pada penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, hingga akses air bersih bagi masyarakat.

Salah satu fokus pengawasannya adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis pemanfaatan air baku. Selain itu, dia juga mendorong penguatan ketahanan air nasional terutama persoalan kekeringan dan krisis air yang terus berulang setiap tahun.

"Kita tahu persoalan kekeringan bukan semata-mata akibat faktor alam, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola sumber daya air yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan iklim," ujar Andi Iwan, keterangannya dikutip dari Gerindra pada Jumat (19/6/2026)

Legislator asal Sulsel tersebut juga menambahkan bahwa fokus utama pemerintah seharusnya digeser dari sekadar penanganan darurat menjadi pembangunan mitigasi yang bersifat struktural dan berkelanjutan. Hal itu menurutnya agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan saat musim kemarau tiba.

"Yang lebih penting adalah membangun sistem ketahanan air yang mampu mengurangi kerentanan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem," tegasnya.

AIA turut mengawal pengembangan SPAM regional, termasuk SPAM Jatiluhur, agar dapat menjadi percontohan nasional dalam memperluas akses air bersih sekaligus membantu mengatasi krisis air di berbagai daerah.

Kawal Bendungan, Irigasi, hingga Pengendalian Banjir

AIA juga aktif mengawal penganggaran dan percepatan pembangunan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor sumber daya air, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, hingga pengendalian banjir.

Pada pembangunan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Jeneponto, AIA telah terlibat sejak periode pertamanya sebagai anggota DPR RI. Ia ikut membantu mengurai persoalan pembebasan lahan dan melakukan peninjauan bersama Menteri PUPR hingga proyek tersebut berhasil diselesaikan dan diresmikan.

Di Bendungan Paselloreng, Kabupaten Wajo, AIA turut memperjuangkan percepatan penyelesaian proyek guna mendukung penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian sekaligus mengatasi krisis air di wilayah tersebut.

Sementara itu, pada proyek Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar dan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, AIA memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR RI untuk mendorong percepatan pembangunan, perluasan jaringan irigasi, penyediaan air baku, serta peningkatan akses jalan menuju kawasan bendungan.

Pengawalan tersebut tidak hanya dilakukan di Sulsel. AIA juga mengawasi penyelesaian Bendungan Karian di Provinsi Banten agar dapat segera berfungsi optimal sebagai penyedia air baku, irigasi, dan pengendali banjir.

Di sektor pertanian, AIA yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) secara konsisten mendorong peningkatan anggaran pembangunan jaringan irigasi sekunder dan tersier. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau maupun banjir.

AIA juga dikenal aktif menyuarakan pentingnya normalisasi sungai dan penguatan tanggul di berbagai daerah. Ia pernah menyoroti ketimpangan alokasi anggaran pengelolaan sungai di Sulsel serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, terkait pengerukan Sungai Bila dan perbaikan tanggul pascabanjir.

Komitmen serupa juga ditunjukkan melalui kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Kota Manado untuk meninjau penanganan banjir di Sungai Tondano, Sungai Tikala, dan Sungai Sario. Selain itu, AIA turut mengawal percepatan pembebasan lahan pembangunan tanggul Sungai Ciujung guna mendukung penanganan banjir di kawasan permukiman.

Di luar tugasnya sebagai legislator, AIA juga menjabat sebagai Ketua KADIN Sulsel. Sinergi tersebut memperkuat upaya mendorong iklim investasi, memperlancar rantai pasok, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads