Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung ke lokasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Senin (6/7/2026) sore. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan kasus yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Tim Kompolnas yang dipimpin Supardi Hamid bersama Mochammad Choirul Anam, Yozi Erfandi Pratama, dan Zullastri lebih dulu melakukan pertemuan di Mapolres Katingan sebelum meninjau langsung lokasi kejadian. Rombongan diterima dan didampingi Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.
Dodik menjelaskan kedatangan Kompolnas merupakan bagian dari pengawasan terhadap proses penanganan perkara sekaligus melihat secara langsung kondisi medan di lokasi penggerebekan yang menewaskan tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan.
"Senin sore Tim Kompolnas bersama kami meninjau langsung tempat kejadian perkara di Desa Tumbang Kalemei. Kami memaparkan kondisi di lapangan, kronologi kejadian, serta perkembangan penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan. Pengungkapan kasus ini menjadi prioritas kami dan seluruh pelaku akan terus diburu hingga berhasil diamankan," tegas Dodik, Selasa (7/7/2026).
Sebelumnya, saat berada di Mapolres Katingan, Kapolres memaparkan secara rinci kronologi operasi pemberantasan narkoba, penanganan yang telah dilakukan pascakejadian, perkembangan proses hukum, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan operasi di lapangan. Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Katingan Syaiful, Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, serta jajaran Polres Katingan.
"Usai menerima paparan, Tim Kompolnas bergerak menuju TKP untuk melihat langsung kondisi geografis, akses menuju lokasi, serta berbagai faktor yang menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan," ujar Dodik.
Ketua Tim Kompolnas, Supardi Hamid, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan agar pihaknya memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi, sehingga proses monitoring dapat dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta di lapangan.
"Kami ingin melihat langsung lokasi kejadian agar mendapatkan gambaran yang utuh. Dengan begitu, monitoring yang dilakukan Kompolnas dapat berlangsung secara objektif. Kami juga mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan jajaran Polres Katingan dalam menangani perkara ini dan berharap seluruh proses penyelidikan dapat berjalan transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum," ujar Supardi.
Selain melakukan pendalaman terhadap kronologi peristiwa, Kompolnas juga meminta penjelasan mengenai strategi kepolisian dalam membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Semua masukan akan menjadi bahan buat kompolnas.
"Berbagai masukan dan rekomendasi turut disampaikan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat penegakan hukum dan keselamatan personel saat bertugas," kata dia.
Simak Video "Video: Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat, Rekomendasinya Mengikat "
(des/des)