Kapolda Ungkap Teriakan 'Rampok' Picu Bentrok Polisi Vs Bandar di Katingan

Kalimantan Tengah

Kapolda Ungkap Teriakan 'Rampok' Picu Bentrok Polisi Vs Bandar di Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 07 Jul 2026 12:49 WIB
Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, saat konferensi pers bersama Komisi Kepolisian Nasional di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026). (Humas Polda Kalteng)
Foto: Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, saat konferensi pers bersama Komisi Kepolisian Nasional di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026). (Humas Polda Kalteng)
Palangka Raya -

Teriakan 'rampok' yang diduga dilontarkan keluarga target operasi disebut menjadi pemicu aksi penyerangan yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Fakta itu diungkapkan Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan.

Dalam konferensi pers bersama Komisi Kepolisian Nasional di Mapolda Kalteng, Selasa (7/7/2026), Kapolda mengatakan dugaan teriakan membuat operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, berubah menjadi penyerangan.

"Pada saat melakukan penindakan, keluarga dan kelompok pelaku memprovokasi dengan berteriak 'rampok'. Setelah itu mereka mengeluarkan senjata tajam dan juga senjata api panjang sehingga terjadi penyerangan terhadap anggota kami," ujar Iwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kapolda, operasi penangkapan terhadap terduga bandar narkoba telah dipersiapkan secara matang melalui penyelidikan, pemetaan lokasi, hingga pembagian tugas personel. Bahkan polisi turut melibatkan personel polisi wanita karena salah satu target operasi merupakan seorang perempuan.

Namun situasi berubah seketika ketika keluarga dan kelompok target operasi meneriakkan kata 'rampok'. Teriakan tersebut memancing perhatian warga hingga lokasi dipenuhi masyarakat.

Melihat situasi semakin tidak terkendali dan khawatir menimbulkan korban di kalangan warga sipil, personel Satresnarkoba memilih mundur. "Jalur darat saat itu telah dikuasai kelompok pelaku sehingga para anggota memutuskan menyelamatkan diri dengan terjun ke Sungai Katingan," ujarnya.

Kapolda menjelaskan, para personel sempat berkumpul kembali di sebuah daratan kecil sekitar 400 meter dari lokasi awal. Di sana diketahui beberapa anggota telah mengalami luka. Namun serangan kembali datang, baik dari darat maupun menggunakan kelotok, sehingga mereka kembali berenang menyelamatkan diri.

"Kami memilih menghindari jatuhnya korban masyarakat. Tetapi situasi berkembang menjadi penyerangan yang mengakibatkan tiga anggota kami gugur," katanya.

Dalam peristiwa itu, tiga anggota akhirnya gugur. Penyidik kini juga mendalami dugaan adanya anggota polisi yang sempat diamankan oleh kelompok pelaku sebelum ditemukan meninggal dunia.

Kapolda menegaskan, operasi yang dilakukan anggotanya telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Keputusan mundur diambil semata-mata untuk menghindari jatuhnya korban dari masyarakat yang berdatangan setelah mendengar teriakan tersebut.

Meski kehilangan tiga personel terbaiknya, Kapolda memastikan Polda Kalimantan Tengah tidak akan menghentikan perang terhadap jaringan narkoba. Ia juga menegaskan proses hukum terhadap seluruh pelaku penyerangan akan terus dilakukan hingga tuntas.




(des/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads