Pemadaman Tak Sesuai Jadwal, Warga Pontianak Geruduk PLN ULP Siantan

Kalimantan Barat

Pemadaman Tak Sesuai Jadwal, Warga Pontianak Geruduk PLN ULP Siantan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 07 Jul 2026 11:32 WIB
Mati lampu di Bogor
Ilustrasi mati lampu. Foto: Andry Haryanto
Pontianak -

Kekecewaan terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai tak sesuai jadwal mendorong perwakilan tokoh masyarakat mendatangi kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Siantan, Senin (6/7/2026) malam. Mereka meminta penjelasan langsung dari manajemen terkait pemadaman yang berlangsung lebih lama dari informasi yang diterima warga.

Dalam penyampaian aspirasi itu, warga menilai ketidakpastian jadwal pemadaman telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka mengaku kesulitan karena listrik padam hingga sekitar delapan jam tanpa kepastian kapan kembali menyala.

"Sudah delapan jam hari ini. Kami datang bukan mencari masalah, tapi meminta kepastian dan solusi. Anak-anak kami tidak bisa tidur karena listrik padam," ujar salah seorang perwakilan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga mempertanyakan mengapa jadwal pemadaman yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut mereka, jika memang terjadi gangguan di luar rencana, PLN seharusnya segera menyampaikan informasi kepada pelanggan.

"Kami ingin tahu sebenarnya listrik hidup jam berapa. Jangan sampai masyarakat hanya disuruh menunggu tanpa ada penjelasan," katanya.

Selain itu, warga menilai sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan listrik, mereka berhak memperoleh pelayanan yang lebih baik, termasuk informasi yang jelas ketika terjadi gangguan.

"Kalau kami terlambat bayar ada denda, bahkan bisa diputus. Sekarang giliran kami meminta hak sebagai pelanggan, yaitu pelayanan dan kepastian informasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, warga juga mengingatkan potensi bahaya akibat listrik yang berulang kali padam dan menyala. Mereka khawatir tegangan listrik yang tidak stabil dapat memicu kerusakan peralatan elektronik hingga korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Kami juga khawatir kalau listrik hidup-mati terus dengan tegangan yang tidak stabil. Jangan sampai menimbulkan korsleting atau kebakaran di permukiman," kata perwakilan warga.

Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra mengatakan pihak kepolisian melakukan pengamanan selama penyampaian aspirasi berlangsung. Ia memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu pelayanan di kantor PLN ULP Siantan.

"Penyampaian aspirasi dari perwakilan masyarakat berlangsung dengan aman dan kondusif. Perwakilan tokoh masyarakat minta penjelasan dari Manajer ULP siantan terkait jadwal pemadaman yang tidak sesuai jadwal beredar. Kepolisian melakukan pengamanan agar kegiatan berjalan tertib dan komunikasi antara masyarakat dengan pihak PLN dapat berlangsung dengan baik," kata Made Aris.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads