Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengirim surat permohonan kepada Pemerintah Belanda. Tujuannya untuk mengupayakan pemulangan tengkorak Demang Lehman yang ada di Negeri Kincir Angin.
Gubernur Kalsel Muhidin melakukan pertemuan dengan Wakil Dubes Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm. Muhidin menyebut pihaknya ingin sejumlah benda bersejarah yang dahulu dibawa ke Belanda dapat dikembalikan ke daerah asalnya.
"Kami usulkan terkait pengembalian aset-aset benda bersejarah yang dahulu diambil oleh Belanda," kata Muhidin, Rabu (7/10/2026).
Muhidin mengatakan selain tengkorak Demang Lehman, Pemprov Kalsel juga mengusulkan pengembalian Intan Sultan Adam yang memiliki ukuran 70 karat. Ia menyebut pihak Belanda telah merespons baik, dan menyampaikan permohonan dapat diajukan melalui surat resmi untuk kemudian diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
"Saya sudah memerintahkan Pak Sekda beserta jajaran terkait untuk segera menyusun surat tersebut mulai hari ini hingga nanti malam, dan besok harus sudah selesai," bebernya.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga akan mengirim surat ke Menteri Kebudayaan Fadli Zon guna mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Terlebih, ia mengetahui Fadli Zon akan melakukan kunjungan kerja ke Belanda dalam waktu dekat.
"Ini adalah kesempatan baik bagi kita untuk menuntut pengembalian aset tersebut," ungkap Muhidin.
Namun, Muhidin mengingatkan upaya tersebut belum tentu membuahkan hasil. Upaya yang dilakukan belum serta-merta menjamin benda-benda bersejarah itu akan kembali ke Kalsel. Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm mengatakan proses repatriasi melibatkan komisi terkait di Belanda dan Indonesia.
"Terkait kebudayaan, kami melihat berbagai kemungkinan untuk bekerja sama. Seperti yang telah disampaikan Gubernur, hal ini harus melalui komisi repatriasi dari Belanda dan Indonesia untuk menentukan langkah selanjutnya," sebutnya.
Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Rosehan Noor Bahri mendorong rencana pemulangan kepala Demang Lehman dari Belanda dilakukan secara serius. Jika diperlukan, politisi PDI Perjuangan itu meminta Gubernur Kalsel datang langsung ke Negeri Kincir Angin untuk memastikan keberadaan benda bersejarah tersebut, dan membuka pembicaraan dengan Pemerintah Belanda.
"Kalau perlu Pak Gubernur datang ke Belanda. Kami dari dewan siap mengawal," sebut Rosehan.
Ia mendorong Pemprov Kalsel tidak hanya berkirim surat, tetapi juga meminta pemerintah pusat dan DPRD ikut mengawal proses tersebut. Rosehan juga membuka kemungkinan DPRD Kalsel memberikan dukungan anggaran jika diperlukan untuk menunjang proses pemulangan tersebut.
"Kalau government to government berbicara kan lain cerita, kalau memang perlu, kita bikin anggaran di DPRD sebagai penunjang kegiatan ini," tutupnya.
Simak Video "Mengisi Tenaga dengan Hidangan Lezat di Banjarmasin"
(sun/aau)