Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan Baayun Maulid oleh masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seorang anak ditempatkan di dalam ayunan dan diayun oleh orang tua atau keluarga sambil diiringi pembacaan Al-Quran, salawat, dan doa.
Mulanya sebelum menjadi tradisi Maulid Nabi, orang Banjar sudah terbiasa mengayunkan anak yang dikenal dengan Baayun Anak. Tradisi ini dilakukan sebagai bagian dari upacara kelahiran dengan tujuan memberi keberkahan, nama, mendoakan keselamatan, dan mengungkapkan rasa syukur atas kelahirannya.
Tradisi ini berkembang saat Islam masuk di Kalimantan. Para ulama melakukan proses akulturasi dari tradisi yang telah ada di tengah masyarakat Banjar. Baayun Anak masih dipertahankan, namun ditambahkan unsur-unsur keislaman di dalamnya.
Dijelaskan dalam Akulturasi Dan Kearifan Lokal Dalam Tradisi Baayun Maulid Pada Masyarakat Banjar oleh Jamalie, seiring berkembangnya waktu, pelaksanaan Baayun Anak dipusatkan di masjid dan disandingkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Anak tetap diayun, tapi prosesi itu kini diiringi pembacaan Al-Quran, salawat, serta doa. Dari proses inilah kemudian berkembang tradisi yang dikenal sebagai Baayun Maulid.
Fungsi Ayunan dan Maknanya
Lalu, mengapa anak harus berada di dalam ayunan? Jika melihat kembali sejarahnya, mengayun adalah bagian dari upacara untuk memberikan nama, memanjatkan doa keselamatan, memohon keberkahan, sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran seorang anak.
Saat Baayun Maulid, anak diayun ketika rangkaian pembacaan maulid dan sholawat berlangsung. Orang tua menitipkan harapan supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dapat meneladani Nabi Muhammad SAW.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjelaskan bahwa Baayun Maulid merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satu harapannya adalah agar anak-anak Banjar ketika dewasa dapat mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW dan berbakti kepada kedua orang tua. Karenanya, gerakan mengayun juga bisa dikatakan sebagai simbol harapan keluarga terhadap anak.
(des/des)