Tokoh penting dan berpengaruh dalam sejarah kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan (Kalsel) salah satunya adalah Brigjen TNI (Purn.) Hasan Basry. Ia bersama rakyat Kalsel melawan Belanda yang mau menguasai kembali wilayah Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Keteguhan Hasan Basry dalam mempertahankan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia membuatnya dijuluki sebagai Bapak Gerilya Kalimantan sekaligus pendiri ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 110/TK/Tahun 2001 yang ditetapkan pada 3 November 2001.
Lahir di Kandangan, Menempuh Pendidikan Agama hingga Mesir
Hasan Basry lahir di Padang Batung, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada 17 Juni 1923. Sejak kecil Hasan Basry pergi ke sekolah dan memperoleh pendidikan agama yang kuat. Dirinya menempuh pendidikan dasar di Volksschool dan HIS Kandangan, kemudian melanjutkan ke Tsanawiyah Al-Wathaniyah Kandangan sebelum belajar di Kweekschool Islam Pondok Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.
Ketika berada di Jawa, Hasan Basry aktif sebagai guru agama sekaligus bergabung dengan berbagai organisasi pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dikumandangkan, ia aktif dalam Pemuda Republik Indonesia Kalimantan (PRIK) di Surabaya dan ikut terlibat dalam berbagai aksi perjuangan melawan tentara Jepang maupun Belanda.
Pada Oktober 1945, Hasan Basry kembali ke Kalimantan Selatan melalui jalur laut. Kemudian tidak bertahan lama, pada tahun 1951-1953, ia kembali melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo dan meneruskan pendidikan di The American University di Kairo hingga tahun 1955.
Simak Video "Menyusun Hidangan Tradisional Mahumbal dan Mamalan di Kalimantan Selatan"
(sun/des)