Proklamasi 17 Mei 1949, Menegaskan Kalimantan Bagian dari Republik Indonesia

Proklamasi 17 Mei 1949, Menegaskan Kalimantan Bagian dari Republik Indonesia

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 13 Agu 2026 15:30 WIB
Tugu 17 Mei 1949. Foto
Tugu 17 Mei 1949/Foto: Dok. si-praswita.banjarkabFoto: Istimewa (dok situs si-praswita.banjarkab)
Banjarmasin -

Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibawa A.A. Hamidhan dan mulai menyebar di Kalimantan. Namun perjuangan tidak berhenti di situ saja. Belanda kembali ke Kalimantan di tengah situasi politik yang belum stabil. Para pejuang Kalimantan harus terus berusaha mempertahankan wilayahnya agar tetap berada dalam Republik Indonesia.

Perjuangan sampai pada puncaknya di Kalimantan Selatan. Pada 17 Mei 1949, Hasan Basry memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang menyatakan Kalimantan Selatan sebagai bagian dari Republik Indonesia. Peristiwa itu dikenal sebagai Proklamasi 17 Mei 1949.

Ketika kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 sampai ke Kalimantan, masyarakat di berbagai daerah berangsur mengetahui bahwa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya. Meski begitu, Belanda masih berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia setelah berakhirnya pendudukan Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu tokoh yang memperjuangkan tanah Kalimantan saat itu adalah Hasan Basry. Ia merupakan pahlawan asal Kalimantan yang sebelumnya ikut berjuang di Surabaya, lalu kembali ke Kalimantan untuk meneruskan perjuangan melawan Belanda.

Menurut Pusat Sejarah TNI, Hasan Basry diangkat menjadi komandan Batalyon ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang bermarkas di Kandangan. ALRI Divisi IV dibentuk dengan tujuan untuk mempertahankan Kalimantan dari kekuasaan Belanda.

Latar Belakang Proklamasi 17 Mei 1949

Salah satu latar belakang pentingnya adalah Perjanjian Linggarjati. Dalam Perjanjian Linggarjati, Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Posisi ini menimbulkan persoalan bagi para pejuang di wilayah lain yang tetap memperjuangkan keberadaan Republik Indonesia.

Para pejuang di Kalimantan menganggap hal itu tidak adil karena Kalimantan adalah bagian dari bangsa Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Karena itulah, Proklamasi 17 Mei 1949 kemudian mempertegas sikap politik bahwa rakyat Kalimantan Selatan tetap berdiri bersama Republik Indonesia dan menolak berada di bawah kekuasaan Belanda.

Persiapan Proklamasi Dilakukan Secara Diam-diam

Proklamasi itu juga tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya telah dilakukan sejumlah persiapan oleh para pejuang. Pada 7 Januari 1949, dibentuk Panitia Persiapan Proklamasi di Durian Rabung, Padang Batung. Panitia yang telah terbentuk melakukan sejumlah rapat untuk mempersiapkan langkah-langkah menuju proklamasi.

Karena Belanda masih mengawasi pergerakan di Kalimantan Selatan, rapat tidak dilakukan di satu lokasi saja. Lokasinya berpindah-pindah dengan kehati-hatian karena keberadaan mata-mata Belanda menjadi ancaman.

Pada 15 Mei 1949, perumusan teks proklamasi dilakukan di Telaga Langsat. Perumusan tersebut dipimpin H. Aberani Sulaiman bersama sejumlah tokoh lainnya. Naskah kemudian diselesaikan pada dini hari 16 Mei 1949. Setelah selesai, naskah dibawa menuju tempat Hasan Basry yang berada di Ni'ih untuk mendapatkan persetujuan dan tanda tangan.

Hasan Basry Tandatangani Naskah Proklamasi

Setelah naskah sampai di Ni'ih, Hassan Basry menandatanganinya di hadapan tokoh lain yang telah berkumpul. Selanjutnya, diputuskan bahwa proklamasi akan dilaksanakan pada 17 Mei 1949. Lokasi yang dipilih adalah Mandapai yang sekarang berada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur, lokasi bersejarah Proklamasi 17 Mei 1949 berada di Desa Batubini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Di tempat tersebut kemudian dibangun monumen untuk mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Selatan bersama Hasan Basry.

Upacara Proklamasi Digelar dengan Pengibaran Merah Putih

Pada 17 Mei 1949, upacara proklamasi dilaksanakan dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Ahmad Kusasi bertindak sebagai komandan upacara, sedangkan Abbas Basri dan Kardi bertugas sebagai penggerek bendera. Upacara tersebut dihadiri masyarakat setempat dan anggota ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Setelah bendera Merah Putih dikibarkan, Hasan Basry membacakan teks proklamasi. Namun, situasi masih sangat berbahaya karena pasukan Belanda masih berada di Kalimantan Selatan. Setelah upacara selesai, bendera Merah Putih kemudian diturunkan kembali untuk menghindari kemungkinan serangan Belanda.

Isi Proklamasi 17 Mei 1949

Teks Proklamasi 17 Mei 1949Teks Proklamasi 17 Mei 1949/ Foto: Istimewa

Dalam naskah Proklamasi 17 Mei 1949, Hassan Basry atas nama rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan menyatakan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara ALRI yang melingkupi wilayah Kalimantan Selatan sebagai bagian dari Republik Indonesia.

Inti pernyataannya menegaskan bahwa perjuangan tersebut dilakukan untuk memenuhi dan mempertahankan isi Proklamasi 17 Agustus 1945. Dalam naskah juga disebutkan bahwa persoalan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan, jika diperlukan, diperjuangkan hingga titik darah penghabisan.

Setelah pembacaan proklamasi, perjuangan berikutnya adalah menyebarkan berita tersebut kepada masyarakat sekitar. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengirim kurir bernama Tarsan untuk membawa dan menempelkan teks proklamasi di Pasar Kandangan. Teks tersebut akhirnya ditempel pada 20 Mei 1949 dan Kalimantan resmi menyatakan dirinya sebagai bagian dari Indonesia.

Sumber:

1. Situs Baritokualakab

2. Pusat Sejarah Tentara Nasional Indonesia (https://sejarah-tni.mil.id/2019/05/28/proklamasi-17-mei-1949-pernyataan-eksistensi-kalimantan-sebagai-bagian-dari-negara-kesatuan-republik-indonesia/)

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Mengisi Tenaga dengan Hidangan Lezat di Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik] (sun/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads