Indonesia memiliki setidaknya 718 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di Kalimantan Barat, bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dengan dialek khas Pontianak.
Keunikan dialeknya bahkan diakui secara nasional. Pada tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan bahasa Melayu Pontianak sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1044/P/2020.
Letak Pontianak sangat strategis di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Oleh sebab itu, kota ini selalu ramai disinggahi para pedagang dari berbagai daerah, seperti Semenanjung Malaya, Tiongkok, Arab, Jawa, maupun bangsa Eropa.
Kondisi tersebut yang membuat bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Namun seiring berjalannya waktu, bahasa Melayu yang biasa digunakan berkembang hingga memiliki dialeknya tersendiri.
Apa yang Membedakan Bahasa Melayu Pontianak?
Walaupun sekilas mirip, bahasa Melayu Pontianak punya beberapa perbedaan dibandingkan bahasa Melayu di Malaysia atau Kepulauan Riau. Perbedaan pertama terletak pada pelafalan atau dialeknya. Bahasa Melayu Pontianak memiliki intonasi yang lebih tegas, ritme lebih cepat, dan ada perbedaan bunyi vokal maupun konsonan.
Misalnya, akhiran "-a" terdengar lebih terbuka, sementara beberapa kata mengalami pemendekan pengucapan. Penggunaan imbuhan seperti bah, lah, eh, atau pun juga lebih sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
Keunikan lainnya adalah masyarakat Melayu Pontianak tidak bisa menyebut huruf "r". Penggunaan huruf tersebut digantikan dengan huruf "x".
Selain itu, Bahasa Melayu Pontianak memiliki banyak kosakata khas yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Contohnya:
- Sik = tidak
- Kamek = saya
- Kitak = kamu
- Kamik = kita semua
- Sidin = mereka (yang lebih dihormati)
- Nak ke mane? = Mau ke mana?
- Dah makan belom? = Sudah makan belum?
Sapaan Khas dalam Bahasa Melayu Pontianak
Salah satu ciri menarik Bahasa Melayu Pontianak adalah penggunaan sapaan yang terasa akrab sekaligus sopan. Berikut beberapa sapaan yang umum digunakan masyarakat Pontianak:
- Kamek = saya
- Kitak = kamu
- Kite = kita
- Pak = ayah atau sapaan untuk laki-laki dewasa
- Mak = ibu atau sapaan untuk perempuan dewasa
- Bang = kakak laki-laki
- Kak = kakak perempuan
- Adek = adik
- Tok = kakek atau nenek, tergantung konteks keluarga
- Atok = kakek
- Nenek = nenek
- Acik = paman, bibi, atau sapaan hormat kepada orang yang lebih tua
- Uteh/Ute = paman atau bibi dalam beberapa keluarga Melayu Pontianak
- Wan = sebutan bagi kakek, nenek, atau orang tua dalam beberapa garis keturunan Melayu
- Sidin = beliau/mereka (kata ganti orang ketiga yang dihormati)
- Abanglong / Kaklong = anak sulung
- Abangngah / Kakngah = anak tengah
- Abangsu / Kaksu = anak bungsu
Contoh percakapan sehari-harinya:
- "Ape kabar, Bang?"
Apa kabar, Bang? - "Kitak nak ke mane?"
Kamu mau ke mana? - "Kamek nak balek dulok."
Saya mau pulang dulu - "Sik ape-ape."
Tidak apa-apa - "Jom kite pegi."
Ayo kita pergi
Penggunaan sapaan di atas akan terdengar familiar di sepanjang wilayah Kalimantan Barat Khususnya Pontianak. Bahasa Melayu Pontianak juga menaruh perhatian dalam kesantunan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, meskipun mereka juga tidak mengenal tingkatan seperti halus dan kasar.
Sumber:
1. Hikmah Arliyani Arief. Deskripsi Bunyi Bahasa Melayu Daerah Pontianak.
2. Efsih Kurniasih, Hotma Simanjuntak, Paternus Hanye. Sapaan dalam Bahasa Melayu Pontianak Wilayah Istana Kadriah.
Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "
(bai/bai)