Bobantan Laman, Ritual Warga Dayak Tomun Setiap Tanggal 7 Juli

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 08 Jul 2026 12:00 WIB
Foto: Wisatawan asal Jerman datang ke Desa Wisata Riam Tinggi untuk menyaksikan langsung ritual tersebut. (Istimewa)
Lamandau -

Di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ada satu hari yang selalu dinanti masyarakat Dayak Tomun. Setiap tanggal 7 Juli, suasana berubah menjadi begitu khidmat.

Masyarakat Dayak Tomun melaksanakan ritual Bobantan Laman, yakni momen sakral untuk mengenang leluhur, memohon keselamatan, sekaligus membersihkan kampung dari segala mara bahaya.

Damang Kepala Adat Kecamatan Delang, Albatros Popo yang bergelar adat Omas Tomonggung Bela Budaya, mengatakan Bobantan Laman merupakan ritual adat tertinggi masyarakat Dayak Delang karena menjadi media untuk memanjatkan doa keselamatan dan rasa syukur kepada para pendiri kampung.

"Bobantan Laman adalah kegiatan adat tertinggi karena di dalamnya berisi doa-doa keselamatan dan doa syukur kepada para leluhur yang mendirikan kampung atau laman," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Albatros, makna Bobantan Laman jauh melampaui prosesi adat. Ritual tersebut menjadi simbol penyucian kampung dari segala hal buruk agar masyarakat terhindar dari bencana, penyakit, perselisihan, dan marabahaya.

"Kepercayaan itulah yang membuat masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan penuh penghormatan. Saat diberi kesempatan menyentuh pusaka, banyak warga melakukannya dengan wajah penuh harap," kata dia.

"Dalam keyakinan masyarakat adat Kaharingan, momen itu diyakini membawa berkah, keselamatan, serta rezeki bagi siapa pun yang menghormati warisan leluhur," imbuhnya.

Rumah-rumah adat dipenuhi warga, doa-doa dipanjatkan, dan benda-benda pusaka yang sepanjang tahun tersimpan rapat akhirnya dikeluarkan dari tempat penyimpanannya. Hari itu bukan sekadar perayaan adat.

Tidak sedikit yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk menyaksikan pusaka-pusaka leluhur diperlihatkan kepada masyarakat. Sebelum dipamerkan, setiap benda pusaka lebih dulu dibersihkan melalui rangkaian ritual adat.

Setelah itu dilakukan posanganan, yakni menceritakan kembali sejarah, asal-usul, serta makna dari setiap pusaka yang diwariskan turun-temurun.

Momen inilah yang paling dinanti. Pusaka-pusaka yang biasanya hanya disimpan oleh para pemangku adat kini dapat dilihat bahkan disentuh langsung oleh masyarakat.

Di antara pusaka yang dikeluarkan terdapat Intan Tampar Taji, batu permata yang dipercaya memiliki kesaktian, Keris Retak Sebilan, Rangkang Sangaji Jayo, Kantung Kalis, hingga Tandu Ruso Porindun yang diyakini merupakan jimat milik tokoh legendaris Dayak Tomun, Jajar Melahui.

Setiap pusaka bukan sekadar benda tua. Di baliknya tersimpan kisah perjalanan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cerita tentang Jajar Melahui, tokoh sakti yang dipercaya memperoleh pusaka melalui laku Botara atau semedi, masih hidup dalam ingatan masyarakat. Dalam cerita rakyat, ia bahkan disebut mampu menempuh perjalanan dari Banjar menuju Kudangan hanya dalam satu hari setelah mendapat titah dari Raja Banjar.

Tahun ini, ritual berlangsung serentak di 10 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Delang. Warga berdatangan mengenakan pakaian adat, mengikuti setiap prosesi dengan penuh penghormatan.

Menariknya, pesona Bobantan Laman kini tak hanya memikat masyarakat lokal. Tahun 2026, sejumlah wisatawan asal Jerman datang ke Desa Wisata Riam Tinggi untuk menyaksikan langsung ritual tersebut.

Kehadiran tamu mancanegara menjadi bukti bahwa tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun ini memiliki daya tarik budaya yang melintasi batas negara. Di tengah derasnya arus modernisasi, Bobantan Laman tetap berdiri sebagai penanda identitas masyarakat Dayak Tomun.

"Selama doa-doa adat masih dilantunkan, pusaka-pusaka leluhur masih dihormati, dan masyarakat tetap berkumpul setiap 7 Juli, Bobantan Laman akan terus menjadi napas budaya yang menjaga jati diri Dayak Tomun di bumi Lamandau," pungkasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork