Di Kalimantan Tengah, ada satu hal unik yang hampir selalu ditemui ketika berbincang dengan masyarakat luar daerah. Banyak orang mengenal Sampit dan Pangkalan Bun, namun terkesan asing dengan nama Kotawaringin Timur (Kotim) maupun Kotawaringin Barat (Kobar).
Bahkan, banyak yang mengira Sampit dan Pangkalan Bun adalah nama kabupaten. Padahal keduanya hanyalah ibu kota daerah. Fenomena tersebut terjadi bukan tanpa alasan.
Selama puluhan bahkan ratusan tahun, Sampit dan Pangkalan Bun berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, perdagangan, hingga transportasi. Identitas kedua kota itu akhirnya lebih melekat dibanding nama kabupaten yang menaunginya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotawaringin Barat, Indra Wardana, menjelaskan secara administratif, Pangkalan Bun hanyalah ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Namun dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat memang lebih akrab menyebut Pangkalan Bun karena seluruh denyut aktivitas daerah berpusat di kota tersebut.
"Secara pemerintahan yang benar adalah Kabupaten Kotawaringin Barat, sedangkan Pangkalan Bun merupakan ibu kota kabupaten. Namun karena menjadi pusat aktivitas masyarakat, nama Pangkalan Bun lebih dulu melekat di kalangan masyarakat luas," ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (26/6/2026).
Menurut Indra, hampir semua pelayanan publik, pusat pemerintahan, perdagangan, hingga akses transportasi berada di Pangkalan Bun. "Nama kota itu juga tercantum sebagai tujuan penerbangan dan menjadi gerbang utama menuju kawasan wisata Taman Nasional Tanjung Puting, sehingga lebih sering disebut dibanding nama kabupatennya," ujarnya.
Begitu juga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sampit sejak lama tumbuh sebagai kota pelabuhan di tepian Sungai Mentaya yang menjadi jalur utama distribusi barang dan penumpang dari Pulau Jawa menuju wilayah timur Kalimantan Tengah.
Aktivitas ekonomi yang begitu padat membuat nama Sampit lebih dikenal sebagai identitas wilayah dibanding Kotawaringin Timur. Perdagangan hasil perkebunan, kehutanan, hingga jasa terkonsentrasi di Sampit.
Tak heran jika masyarakat lebih sering mengatakan bepergian 'ke Sampit' daripada 'ke Kotawaringin Timur'. Nama kota tersebut bahkan lebih mudah dikenali dalam dunia bisnis, logistik, maupun transportasi.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/des)