Pendamping Paskibra Hilang Saat Berenang di Sungai Lamandau

Kalimantan Tengah

Pendamping Paskibra Hilang Saat Berenang di Sungai Lamandau

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 01 Sep 2026 09:31 WIB
Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB)
Ilustrasi berenang di sungai. (dok BNPB)
Lamandau -

Seorang pemuda bernama Iksan Reza Pahlevi (23) dilaporkan tenggelam saat berenang di kawasan bawah Jembatan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Senin (31/8) sore. Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung.

Iksan datang bersama sejumlah rekannya sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka awalnya menghabiskan waktu dengan mandi dan berenang di aliran Sungai Lamandau.

"Musibah terjadi ketika Iksan mencoba berenang menyeberangi sungai. Saat berada di tengah aliran, ia diduga mulai kesulitan berenang sebelum akhirnya tenggelam dan menghilang dari pandangan rekan-rekannya," ujar warga setempat, Yudi Yudea, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panik melihat korban tak lagi muncul ke permukaan, sejumlah rekannya langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi sungai membuat upaya penyelamatan tidak mudah.

"Dua orang yang turut mencoba menolong Iksan bahkan sempat mengalami kesulitan di dalam air. Keduanya akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Lamandau untuk mendapatkan penanganan," kata dia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana mengatakan petugas hingga pagi ini masih mencari korban. Kabar tenggelamnya pemuda tersebut kemudian mengundang perhatian warga.

"Penyisiran dilakukan menggunakan perahu dengan menyusuri aliran sungai, terutama di sekitar titik terakhir Iksan terlihat. Sejumlah bagian sungai yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus juga diperiksa," ujar Alit, Selasa (1/9/2026) pagi.

Meski permukaan Sungai Lamandau terlihat relatif tenang, kondisi di dalam air menjadi tantangan tersendiri. Alit mengatakan kedalaman sungai yang bervariasi serta arus yang dapat berubah, sehingga proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Iksan bukan sosok asing bagi masyarakat setempat. Ia diketahui cukup dekat dengan kegiatan Paskibra Lamandau dan selama ini kerap berperan sebagai pendamping.

Kabar musibah tersebut pun menyita perhatian masyarakat yang terus mengikuti perkembangan pencarian di lokasi. Hingga Selasa pagi, keberadaan Iksan masih belum diketahui. Pencarian terus dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Lamandau dan sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads