Patroli Karhutla, Bupati Pulpis Temukan Jeriken Bensin Diduga untuk Bakar Lahan

Kalimantan Tengah

Patroli Karhutla, Bupati Pulpis Temukan Jeriken Bensin Diduga untuk Bakar Lahan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 01 Sep 2026 10:32 WIB
Temuan jeriken bensin di lokasi karhutla di Pulang Pisau.
Temuan jeriken bensin di lokasi karhutla di Pulang Pisau. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Muncul dugaan aksi pembakaran lahan secara sengaja di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i bersama petugas pemadam menemukan beberapa jerikan bensin saat melakukan patroli di ruas Jalan Trans Kalimantan pada Senin (31/8) malam.

Tim patroli menemukan sejumlah titik api di kawasan Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir. Di sekitar lokasi, ditemukan beberapa jeriken berisi bensin yang diduga digunakan untuk memicu kebakaran di sejumlah titik.

Dalam rekaman video yang diambil saat patroli, terlihat jeriken yang diduga sengaja berkaitan dengan munculnya api. Ahmad Rifa'i mengatakan temuan di lapangan menjadi indikasi adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi temuan kita di lapangan. Ada jeriken yang berisi bahan bakar dan ditemukan di beberapa titik yang terbakar. Ini mengindikasikan adanya kesengajaan dalam pembakaran lahan," tegas Ahmad Rifa'i, Selasa (1/9/2026).

Rifa'i menyayangkan aksi pembakaran secara sengaja ketika petugas sedang bekerja keras menangani karhutla yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Ia menegaskan pembakaran lahan secara sengaja tidak hanya memperparah kondisi karhutla, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga serta memperburuk kualitas udara.

"Di saat Satgas Karhutla sedang berjuang memadamkan api dan masyarakat kita berjuang menghadapi asap, jangan ada pihak yang justru sengaja menambah titik api. Ini sangat merugikan dan membahayakan masyarakat," ujarnya.

Ahmad Rifa'i berharap temuan tersebut dapat ditindaklanjuti aparat penegak hukum sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat segera diketahui.

"Kami berharap pelakunya bisa segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan semakin memperparah kondisi karhutla di Pulang Pisau," katanya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi ancaman. Setiap informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran diharapkan segera dilaporkan kepada petugas.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads